Sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan mobil melaju kencang lawan arah. Mobil itu menggunakan pelat dinas TNI serta rotator.
Akun Instagram @karyamilitan yang membagikan video itu menyebut, pengemudi mobil pelat dinas TNI tersebut mengaku sedang terburu-buru.
Advertisement
Foto: Ilustrasi
Advertisement
Foto: Ilustrasi
Advertisement
"Ada ketidaksesuaian," kata Julius saat dihubungi merdeka.com, Kamis (20/7).
Ia menjelaskan, pelat nomor tersebut terdaftar atau terdata dengan jenis mobil merek Daihatsu Terios. Sedangkan, mobil yang melawan arah itu merek Toyota Avanza.
Advertisement
"Bentuk dan cetakan pelat bukan cetakan Satharpal. Indikasi dipalsukan. Dipalsukan itu," pungkasnya.
Jenderal bintang dua ini tidak menyebutkan secara pasti di mana lokasi mobil lawan arah dengan pelat dinas TNI palsu itu terjadi.