Kontroversi mengenai video rendang yang dimasak oleh selebgram Willie Salim di Plasa Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sumatera Selatan, pada malam Selasa (18/3/2025) masih berlanjut. Berbagai komentar negatif muncul di hampir semua konten yang membahas mengenai Kota Palembang, terutama dari para pengguna media sosial yang berasal dari Ibu Kota Sumsel.
Plasa BKB Palembang menjadi sorotan utama karena menjadi lokasi pembuatan rendang seberat 200 kg oleh Willie Salim, yang menarik perhatian warganet di seluruh Indonesia.
Pada Rabu (26/3), terpantau dari Google Maps, lokasi Plasa BKB Palembang tiba-tiba terdaftar sebagai Bandara Udara Internasional Kualanamu Medan di Sumatera Utara. Selain lokasi yang berubah, alamat Plasa BKB Palembang juga mengalami perubahan.
Di Google Maps, tertera alamat baru di Jalan MP Mangkunegara No.1969, Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang. Sementara itu, alamat asli Plasa BKB Palembang seharusnya berada di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, Sumsel.
Banyak warganet yang memberikan ulasan di Google Maps mengenai pengalaman mereka saat mengunjungi pelayanan servis dari salah satu merek elektronik terkenal di Indonesia. Namun, tak sedikit juga yang berbagi pengalaman mereka saat berkunjung ke Plasa BKB Palembang dan destinasi wisata di sekitarnya.
Kehebohan terkait konten masak rendang 200 kg oleh Willie Salim di Plasa BKB Palembang ini juga memicu kemarahan warga kota yang dikenal sebagai Kota Pempek. Kesultanan Palembang Darussalam pun mengecam tindakan Willie Salim, yang dianggap telah mencoreng nilai-nilai budaya Palembang.
Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad Fauwaz Diradja mengungkapkan kekecewaannya terhadap konten Willie Salim yang dinilai telah merendahkan martabat budaya Palembang, khususnya konsep 'semon' (malu) yang merupakan identitas masyarakat Palembang.
Ia mengatakan, "Video ini sudah menimbulkan stereotip buruk terhadap masyarakat Palembang. Padahal kejadian di BKB itu, tidak mencerminkan budaya kami yang sesungguhnya."
Kesultanan Palembang kemudian mengajukan tuntutan kepada Willie Salim untuk bertanggung jawab atas dampak dari konten masak rendang 200 kg tersebut. Tuntutan tersebut mencakup permohonan maaf secara terbuka di hadapan Majelis Adat Kesultanan Palembang Darussalam serta penghapusan seluruh konten yang berkaitan dengan insiden itu.
Advertisement
Pelaksanaan ritual 'tepung tawar' dilakukan sebagai wujud permohonan maaf dan usaha untuk memulihkan nama baik, serta memberikan dukungan penuh terhadap proses hukum yang sedang berlangsung. Menurut informasi yang beredar, dampak dari video rendang yang diunggah oleh Willie Salim membuat masyarakat Palembang mendapatkan citra negatif di seluruh Indonesia.
"Jika Willie mengabaikan tuntutan kami, ia akan dikutuk dan diharamkan datang ke wilayah kami selamanya," ujarnya.
Selain itu, sejumlah influencer juga telah melaporkan selebgram Willie Salim kepada pihak kepolisian dengan tuduhan pencemaran nama baik Kota Palembang. Beberapa influencer dan kuasa hukum telah mengambil langkah untuk melaporkan Willie Salim ke pihak berwajib.
Salah satu di antara mereka adalah influencer dan blogger dari Sumsel, Suzan Oktaria, yang bersama influencer lainnya berencana melaporkan Willie Salim ke Polda Sumsel. "Rencananya hari ini akan kami laporkan, sekitar pukul 16.00 WIB," jelasnya.