Usai nobar final Piala Dunia, pelajar tewas dibacok sekelompok orang

Usai nobar final Piala Dunia, pelajar tewas dibacok sekelompok orang. Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Agah Sonjaya mengatakan, korban menderita sejumlah luka usai mendapat pukulan hingga sabetan senjata tajam.

Radeva Pragia Bempah.
Oleh Radeva Pragia Bempah. - Reporter
Usai nobar final Piala Dunia, pelajar tewas dibacok sekelompok orang
Ilustrasi mayat. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/forestpath

Raihan Febriansyah (18), pelajar SMA di Kota Bogor meninggal dunia usai dibacok oleh sekelompok orang di Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban hendak pulang ke rumahnya setelah nonton bareng (nobar) Piala Dunia, dini hari tadi.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Agah Sonjaya mengatakan, korban menderita sejumlah luka usai mendapat pukulan hingga sabetan senjata tajam.

Agah menuturkan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut. Namun, dari sejumlah saksi yang telah diperiksa, korban saat itu pergi bersama teman-temannya untuk nonton bareng (nobar) Piala Dunia.

"Dari keterangan, dia (korban) nobar di daerah Bantarjati, terus pindah ke Bogor Permai, pindah lagi ke Bubulak. Intinya, korban keliling sama temennya," ucap Agah, di Mapolresta Bogor, Senin (16/7).

Dirinya melanjutkan, dari olah TKP ditemukan cipratan darah yang diduga berasal dari korban. Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut dan memburu para pelaku.

Termasuk, memeriksa rekan-rekan korban dan saksi-lainnya apakah sebelumnya sudah ada komunikasi bertemu dengan para pelaku.

"Sebetulnya ini kasus perkelahian. Namun bagaimana perkelahian itu bisa terjadi, kita belum bisa memastikan. Kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Yang penting kita bekerja terus mencari apa yang sebenarnya terjadi," ungkapnya. (Radeva Pragia)

Rekomendasi