Usai Geger Ayam Goreng Widuran Mengandung Minyak Babi, PLUT Solo Kebanjiran Pengajuan Halal
Sejak tahun 2023 sampai saat ini, total pengajuan halal yang telah ditangani PLUT Surakarta mencapai 985 ajuan.
Pascageger produk non hala Ayam Goreng Widuran Solo, Pusat Usaha Layanan Terpadu (PLUT) Surakarta mengalami lonjakan kunjungan. Terutama di bidang Kelembagaan/Legalitas UMKM.
Banyak pelaku usaha di bidang kuliner yang meminta pendampingan terkait keterangan halal/non halal pada produk olahan makanan.
“Ada lonjakan kunjungan, artinya ini tingkat kesadaran pelaku kuliner lebih meningkat, ya karena PLUT UMKM Center juga ada SDM yang mewadahi untuk hal ini,” ujar Bagus Aji, Bidang Kelembagaan/Legalitas UMKM PLUT Surakarta, saat ditemui awak media, Rabu (28/5).
Bagus Aji mengatakan, pihaknya memiliki SDM yang siap mewadahi topik ini dan siap melakukan pendampingan.
Lanjut Bagus, sebelumnya PLUT UMKM Center telah aktif mendampingi para pelaku UMKM olahan makanan dan minuman untuk memastikan produknya halal.
“Kita bisa, tapi terbatas untuk produk-produk UMKM makanan dan minuman olahan dengan tingkat risiko kritis yang rendah sebagaimana tertuang di keputusan Badan Penyelenggaran Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kita juga survey lokasi usaha untuk memastikan halal produk,” ungkapnya.
Terkait kepengurusan sertifikasi halal pada restoran, pihaknya siap menjembatani dengan LPPOM MUI.
“Untuk warung makan dan resto kita belum bisa melakukan pendampingan hingga terbit sertifikat, yang bisa kami lakukan adalah memberi edukasi mengenai sistem jaminan produk halal. Nanti akan kita jembatani dengan LPPOM MUI,” ungkapnya.
Diketahui total pengajuan halal yang telah ditangani PLUT Surakarta mencapai 985 ajuan (periode 2023-2025).Seperti diketahui, Wali Kota Solo Respati Ardi melakukan sidak dan penutupan sementara Rumah Makan Ayam Goreng Widuran sejak Senin (26/5) lalu hingga menunggu hasil asesmen keluar terhadap produk makanan tersebut.