Kasus penculikan disertai pembunuhan terhadap kepala cabang salah satu bank BUMN berinisial IP kembali mencuat. Polisi Militer Kodam Jaya mengonfirmasi adanya dugaan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam kasus tersebut.
Kabar ini dibenarkan oleh Komandan Polisi Militer Kodam Jaya, Kolonel Cpm Donny Agus Priyanto.
"Betul," ujar Donny saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (10/9).
Namun, Donny belum merinci peran oknum TNI tersebut. Menurutnya, penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan dugaan keterlibatan.
"Saat ini sedang kita dalami terkait dugaan keterlibatannya," jelasnya.
Advertisement
TNI Tegaskan Proses Hukum Akan Tegas
Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Freddy Ardianzah, mengaku belum menerima laporan resmi soal pemeriksaan oknum prajurit tersebut.
Meski demikian, Freddy menegaskan bahwa TNI berkomitmen memproses setiap prajurit yang melanggar hukum, terlebih jika kasusnya menyangkut tindak pidana berat seperti penculikan dan pembunuhan.
"TNI berkomitmen, siapa pun prajurit yang memenuhi unsur-unsur pelanggaran hukum, terbukti melakukan pelanggaran atau tindak pidana, akan diproses secara tegas sesuai aturan hukum yang berlaku," tegas Freddy.
Kasus Masih Dalam Tahap Penyelidikan
Hingga saat ini, penyidik gabungan masih terus mendalami keterkaitan antara para tersangka sipil dengan oknum TNI yang diperiksa. Detail kronologi kasus dan motif di balik penculikan serta pembunuhan kepala cabang bank BUMN tersebut masih diselidiki.
Pihak kepolisian dan TNI memastikan akan memberikan informasi lanjutan begitu ada perkembangan signifikan dalam penyidikan.