Universitas Negeri Padang (UNP) secara konsisten memperkuat statusnya sebagai kampus siaga bencana. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasi aktif dalam simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami. Kegiatan ini digelar serentak di Kota Padang, Sumatera Barat, pada tanggal 5 November.
Simulasi kebencanaan sangat krusial untuk membudayakan kesiapsiagaan di lingkungan kampus. Hal ini penting demi keselamatan dan nyawa seluruh warga kampus serta masyarakat sekitar. Rektor UNP, Krismadinata, menyampaikan apresiasinya kepada semua pihak yang terlibat dalam suksesnya simulasi tersebut.
Latihan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana yang komprehensif. UNP bertekad menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin yang terjadwal. Langkah ini diambil mengingat posisi Padang sebagai wilayah rawan gempa dan tsunami.
Advertisement
Advertisement
Rektor UNP, Krismadinata, menegaskan bahwa latihan kebencanaan akan menjadi kegiatan rutin. Pihaknya bahkan berencana melaksanakannya dua kali dalam setahun. Inisiatif ini tidak hanya terbatas pada gempa dan tsunami, tetapi juga mencakup simulasi kebakaran dan bencana lainnya.
"Latihan kebencanaan sangat penting untuk terus dibudayakan karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia," kata Rektor UNP Krismadinata di Padang, Rabu. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi dari program kesiapsiagaan yang berkelanjutan.
Kesiapsiagaan bencana harus dimulai dari mental seluruh warga kampus. Mereka perlu terbiasa berlatih agar tidak panik saat bencana benar-benar terjadi. Lokasi UNP yang berada di wilayah rawan gempa dan dekat laut semakin memperkuat kebutuhan ini.
Advertisement
Advertisement
Secara umum, UNP telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung mitigasi bencana. Beberapa gedung di lingkungan kampus telah dirancang khusus untuk difungsikan sebagai shelter. Tempat evakuasi sementara ini diperuntukkan bagi warga kampus dan masyarakat sekitar.
Gedung-gedung utama seperti rektorat, fakultas, dan pusat layanan telah memenuhi standar sebagai shelter tsunami. Selain itu, struktur bangunan-bangunan tersebut juga dirancang kokoh. Desain ini bertujuan agar mampu bertahan saat terjadi gempa.
Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya mengurangi risiko dan dampak yang mungkin timbul. Kesiapan infrastruktur menjadi pilar penting dalam mewujudkan Kampus Siaga Bencana UNP. Hal ini memastikan keamanan maksimal bagi seluruh komunitas akademik.
Advertisement
Kegiatan simulasi evakuasi gempa bumi dan tsunami ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Padang Nomor 300.2.3/1/BPBD-Pdg/X-2025. Surat edaran tersebut berisi tentang Partisipasi Pelaksanaan Drill Bencana Gempa Bumi Berpotensi Tsunami. UNP menindaklanjuti dengan Surat Edaran Rektor Nomor 1537/UN35/KL.01.00/2025 tanggal 4 November 2025.
Sumber: AntaraNews