Universitas Indonesia Minta Maaf: Terkuak Kekhilafan UI Undang Peter Berkowitz, Tokoh Pro-Israel

Universitas Indonesia Minta Maaf secara terbuka atas kekhilafan mengundang Peter Berkowitz, tokoh pro-Israel, dalam acara PSAU. Apa alasan di balik permintaan maaf ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Universitas Indonesia Minta Maaf: Terkuak Kekhilafan UI Undang Peter Berkowitz, Tokoh Pro-Israel
Prof. Nafrialdi dari UI menekankan pentingnya Farmakovigilans dalam mendeteksi dan mencegah efek samping obat, demi keamanan pasien. Mengapa ini krusial? (Planet Merdeka)

Universitas Indonesia (UI) secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Permintaan maaf ini terkait dengan insiden pengundangan Prof. Peter Berkowitz dari The Hoover Institutions – University of Stanford sebagai pembicara dalam kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI.

Arie Afriansyah, selaku Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, mengakui adanya kekurangcermatan dan kurang hati-hati dalam melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap tokoh tersebut. Insiden ini memicu beragam reaksi dari publik, terutama di media sosial, yang mempertanyakan keputusan UI mengundang seorang individu dengan pandangan kontroversial terkait isu Palestina.

Pihak UI menegaskan bahwa pengundangan Peter Berkowitz semata-mata bertujuan untuk kepentingan akademik, yakni memberikan perspektif dari figur institusi terkemuka dunia. Namun, UI juga memahami dan menerima kritik serta masukan yang disampaikan oleh masyarakat sebagai bagian dari kebebasan berpendapat yang konstruktif.

Universitas Indonesia (UI) dengan rendah hati mengakui kekhilafan dalam proses seleksi pembicara untuk acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana. Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Arie Afriansyah, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kurangnya kehati-hatian dalam melakukan pemeriksaan latar belakang terhadap Prof. Peter Berkowitz.

Arie menegaskan bahwa tidak ada maksud tersembunyi atau agenda lain di balik kesempatan yang diberikan kepada tokoh tersebut untuk berorasi. Tujuan utama dari pengundangan ini adalah untuk memperkaya wawasan akademik, dengan harapan dapat memberikan perspektif dari figur institusi terkemuka di dunia dalam bidang Sosial Humaniora serta Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM).

Untuk memastikan transparansi, orasi lengkap dari Peter Berkowitz dalam acara PSAU tersebut telah tersedia dan dapat ditinjau kembali oleh semua pihak melalui kanal resmi YouTube Universitas Indonesia. Arie menyatakan bahwa isi orasi tersebut murni tentang apa yang diharapkan dalam konteks akademik, terlepas dari kontroversi yang muncul kemudian.

Pihak Universitas Indonesia memahami sepenuhnya reaksi dan keprihatinan yang muncul dari publik, khususnya warganet, setelah orasi yang disampaikan oleh akademisi tamu tersebut. Banyak pihak yang tidak menyangka bahwa institusi pendidikan setua dan sebesar UI dapat melakukan kelalaian dalam pengecekan latar belakang pembicara yang diundang.

UI menganggap kasus ini sebagai sebuah pembelajaran penting dan bentuk perhatian positif yang konstruktif. Insiden ini mendorong UI untuk menjadi lebih selektif dan sensitif dalam mempertimbangkan berbagai aspek saat mengundang akademisi internasional di masa mendatang, demi menjaga reputasi dan nilai-nilai yang dipegang teguh.

Meskipun terjadi insiden ini, UI menegaskan kembali komitmen dan pendiriannya yang konsisten berdasarkan konstitusi Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. UI menyatakan akan terus memperjuangkan penghapusan penjajahan di atas dunia, serta menjadi yang terdepan dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina menghadapi penjajahan yang dilakukan oleh Israel.

Kontroversi yang melingkupi pengundangan Peter Berkowitz berakar pada latar belakang dan pandangannya yang dikenal luas. Berkowitz merupakan seorang cendekia terkemuka dari The Hoover Institutions - University of Stanford, sebuah institusi riset kebijakan publik yang dihormati secara global. Namun, di sisi lain, ia juga dikenal sebagai tokoh yang secara aktif menyuarakan dukungannya terhadap Israel.

Informasi yang beredar luas di publik, termasuk yang memicu reaksi warganet, menyebutkan bahwa Peter Berkowitz telah menulis banyak artikel. Artikel-artikel tersebut ditengarai mendukung genosida di Palestina, sebuah pandangan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian universal.

Keterlibatan Berkowitz dalam acara PSAU UI, dengan rekam jejak pandangan pro-Israel dan dugaan dukungan terhadap genosida, menjadi pemicu utama kekecewaan dan kritik dari masyarakat. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai proses verifikasi dan seleksi pembicara yang dilakukan oleh Universitas Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi