UMK Tahun 2022 Kabupaten Bogor Batal Naik

Rabu, 1 Desember 2021 00:12 Reporter : Rasyid Ali
UMK Tahun 2022 Kabupaten Bogor Batal Naik Bupati Bogor Ade Yasin. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Bupati Bogor Ade Yasin memastikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bogor untuk tahun 2022, tetap menggunakan besaran UMK tahun 2021. Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memutuskan tidak ada kenaikan upah minimum di kabupaten itu.

"UMK tahun 2022 sudah diputuskan (Gubernur Jawa Barat), jadi tidak ada kenaikan, menggunakan UMK tahun 2021," kata Ade Yasin seusai Sidang Paripurna Penetapan APBD 2022, Selasa (30/11).

Ade juga memberi penjelasan soal surat bernomor 561/1355-Disnaker, berisi rekomendasi untuk Gubernur Jawa Barat untuk menaikkan UMK tahun 2022 sebesar 7,2 persen. "Jadi surat rekomendasi itu, karena tidak ada kesepakatan antara serikat buruh dan pengusaha. Jadi, rekomendasi kami sampaikan untuk menampung aspirasi para buruh saja," jelas Ade.

Menurut dia, UMK tahun 2021 sebesar Rp4.217.206,00 sudah cukup tinggi. "Kita sudah layangkan juga surat ke gubernur bahwa ini tidak ada kesepakatan. Ya mungkin gubernur juga melihat aturan batas atas UMK, jadi tidak ada kenaikan," jelas Ade. [yan]

Baca juga:
Upah Minimum Tiga Kabupaten di Banten Tidak Naik
Tolak Upah Murah, Ribuan Buruh Kembali Tuntut Kenaikan UMK di Surabaya
Kemnaker Soal Surat Revisi UMP 2022 Gubernur Anies: Kita Tak Punya Kewenangan Ubah PP
Tolak UMK Palembang Naik Rp19 Ribu, Buruh Geruduk Kantor Gubernur Sumsel
Gibran Tandatangani UMK Solo 2022, Naik Rp21.000
Ini Aturan Pemerintah Pusat Bikin Kenaikan UMP DKI 2022 Cuma Rp38 Ribu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini