Ujian jadi brigadir polisi curang, panitia dan peserta kolusi
Merdeka.com - Kejadian yang mencoreng muka kepolisian terjadi saat seleksi penerimaan calon bintara Polri tahun 2013 di Polda Sulawesi Tenggara (Sultra). Ada kolusi antara beberapa panitia dan sejumlah peserta.
"Saat tes bahasa Inggris beberapa oknum panitia mendekati peserta kemudian membacakan jawaban yang sudah direkam pada telepon genggam. Ada pula panitia yang menunjuk pilihan pada lembar soal," kata salah seorang calon bintara yang gugur dalam tes akademik Sabur (21) di Kendari, Selasa (14/5). Demikian dikutip antara.
Mengetahui adanya kecurangan dalam tes akademik yang digelar Minggu (12/5) peserta yang dinyatakan gugur mengajukan protes ke Mapolda Sultra. Mereka menuntut digelar ujian ulang agar lebih obyektif.
"Kalau pelaksanaan tesnya obyektif kami siap terima apa pun hasilnya. Tetapi kami keberatan karena adanya oknum yang diduga berkolusi dengan peserta dengan cara memberikan jawaban saat ujian berlangsung," kata mereka.
Hal senada disampaikan Medison bahwa keberatan adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan tes akademik, khususnya ujian Bahasa Inggris tidak mendapat tanggapan serius dari panitia.
"Saya sendiri sudah dimintai keterangan oleh divisi profesi dan pengamanan (propam) Polda Sultra tetapi kita tidak tahu apa akhir dari penyelidikan ini. Kami hanya dijanji-janji dan disuruh datang setiap hari untuk mendengarkan keputusan," kata Medison.
Dia menambahkan tuntutan 225 peserta yang dinyatakan gugur tes akademik adalah digelar tes ulang.
"Tuntutan kami agar tes akademik diulang karena tes Minggu (12/5) tercoreng dengan ulah oknum panitia. Sekali lagi kalau tesnya dilakukan dengan obyektif kami siap terima dengan lapang dada," kata Medison yang diamini rekan-rekannya.
Kapolda Sultra Brigjen Pol Ngadino melalui telepon mengaku sudah menerima informasi keberatan calon bintara atas dugaan kecurangan tes akademik.
"Beberapa oknum panitia disebut-sebut melakukan kecurangan. Sebagai pimpinan saya sudah perintahkan propam untuk melakukan pengusutan," kata Kapolda Ngadino.
Yang terbukti bersalah atau menyalahgunakan wewenang harus siap bertanggungjawab, katanya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya