UI GreenMetric Luncurkan Sesi Informasi Regional 2026, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Global

UI GreenMetric luncurkan Regional Information Session 2026 untuk adaptasi substansi kuesioner dan jadwal pelaporan baru. Ini menegaskan peran UI GreenMetric sebagai katalisator keberlanjutan universitas global.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
UI GreenMetric Luncurkan Sesi Informasi Regional 2026, Perkuat Komitmen Keberlanjutan Global
UI GreenMetric luncurkan Regional Information Session 2026 untuk adaptasi substansi kuesioner dan jadwal pelaporan baru. Ini menegaskan peran UI GreenMetric sebagai katalisator keberlanjutan universitas global. (AntaraNews)

UI GreenMetric Sustainable University Rankings, sebuah inisiatif keberlanjutan global yang dipelopori oleh Indonesia, secara resmi meluncurkan rangkaian Regional Information Session 2026. Sesi penting ini akan berlangsung mulai tanggal 19 hingga 27 Februari 2026, menandai langkah strategis dalam mendorong praktik keberlanjutan di institusi pendidikan tinggi.

Kepala UI GreenMetric, Dr. Vishnu Juwono, menjelaskan sesi ini bertujuan membantu universitas memahami substansi kuesioner baru. Ada juga penyesuaian jadwal pengumpulan data, dibuka 26 Februari dan ditutup 30 Juni 2026.

Penyesuaian ini dirancang agar proses pengumpulan data lebih komprehensif dan kredibel, memudahkan partisipan menyajikan performa terbaik. Inisiatif ini menempatkan perguruan tinggi sebagai aktor utama perubahan perilaku berkelanjutan.

UI GreenMetric telah melakukan transformasi signifikan dalam substansi penilaian dan jadwal pelaporan data untuk tahun 2026. Perubahan ini krusial bagi institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia agar dapat beradaptasi dan menyajikan data keberlanjutan mereka secara lebih akurat. Sistem pengumpulan data akan dibuka secara resmi pada 26 Februari 2026 dan akan ditutup pada 30 Juni 2026.

Pergeseran durasi pengumpulan data ini dirancang untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi universitas untuk melakukan tinjauan data yang komprehensif. Dr. Vishnu Juwono menyatakan, "Penyesuaian ini bertujuan agar proses pengumpulan dan review data menjadi lebih komprehensif dan kredibel, memudahkan partisipan dalam menyajikan performa terbaik mereka."

Langkah ini mencerminkan komitmen UI GreenMetric untuk terus meningkatkan kualitas dan kredibilitas pemeringkatan. Dengan jadwal yang lebih fleksibel, universitas diharapkan dapat mengintegrasikan nilai-nilai hijau ke dalam budaya kampus, riset, dan pengabdian masyarakat dengan lebih efektif.

Sebagai inisiatif keberlanjutan mendunia yang dipelopori oleh Indonesia, UI GreenMetric telah memposisikan diri sebagai katalisator utama dalam transformasi universitas di kancah global. Gerakan ini menempatkan perguruan tinggi sebagai aktor utama dalam mendorong perubahan perilaku nyata bagi komunitas akademi dan masyarakat luas.

Keberhasilan UI GreenMetric terlihat dari partisipasi global yang masif pada tahun 2025, di mana 1.745 universitas dari 105 negara telah bergabung. Tingginya antusiasme ini juga tercermin pada sesi informasi tahun lalu yang dihadiri oleh 1.150 universitas.

Untuk tahun 2026, UI GreenMetric memproyeksikan pertumbuhan partisipasi yang signifikan, dengan target antara 1.500 hingga 2.000 perwakilan universitas. Target ini mencakup institusi dari wilayah Indonesia, Inggris (UK), Eropa, Amerika, Asia, Australia, dan Afrika, menunjukkan jangkauan global yang terus meluas.

Wakil Kepala UI GreenMetric, Dr. Abellia Anggi Wardani, menjelaskan adanya penambahan kategori baru yang menjadikan penilaian semakin holistik dan relevan dengan kondisi saat ini. Penambahan kategori tata kelola (governance) dan digitalisasi (digitalization) melengkapi enam kategori sebelumnya.

Enam kategori sebelumnya meliputi setting and infrastructure, energy and climate change, waste, water, transportation, serta education and research. Dengan total tujuh kategori, UI GreenMetric kini menawarkan pendekatan yang mencakup aspek operasional, keterlibatan komunitas, hingga penelitian keberlanjutan.

Dr. Abellia Anggi Wardani menekankan pentingnya kategori baru ini, menyatakan, "Digitalisasi dan tata kelola menjadi signifikan karena keduanya merupakan fondasi efisiensi sumber daya dan transparansi kebijakan keberlanjutan di era modern." Penambahan ini menegaskan komitmen UI GreenMetric terhadap penilaian yang komprehensif dan adaptif.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi