Trivia Penembakan Anggota TNI Keerom: Pertengkaran Berujung Maut di Papua

Insiden penembakan anggota TNI di Keerom, Papua, yang menewaskan Praka PM, diduga berawal dari pertengkaran. Apa motif di balik perselisihan maut ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia Penembakan Anggota TNI Keerom: Pertengkaran Berujung Maut di Papua
Insiden penembakan anggota TNI di Keerom, Papua, yang menewaskan Praka PM, diduga berawal dari pertengkaran. Apa motif di balik perselisihan maut ini? (Merdeka.com)

Sebuah insiden tragis mengguncang Kabupaten Keerom, Papua, pada Minggu pagi (7/9), ketika seorang anggota TNI, Praka PM dari Kodim 1715/Yahukimo, tewas ditembak. Penembakan fatal ini diduga dilakukan oleh Kapten Inf J, Dantim Satgas Ketapang Swasembada BAIS, setelah terjadi perselisihan sengit di antara keduanya. Peristiwa ini terjadi di Kali Mo, Dusun Kali Lapar 2, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, dan kini sedang dalam penanganan pihak berwenang.

Menurut laporan awal, insiden penembakan anggota TNI Keerom ini bermula dari percekcokan yang memanas antara Praka PM dan Kapten Inf J. Situasi memburuk ketika Praka PM dilaporkan mengejar Kapten Inf J dengan menggunakan kapak kecil, memicu reaksi defensif dari pelaku. Kondisi ini menyebabkan Kapten Inf J merasa terancam, sehingga ia melepaskan tembakan untuk melindungi diri.

Kapolres Keerom, AKBP Astoto Budi Rahmantyo, melalui Kapolsek Waris Ipda Mirwan, menyatakan bahwa motif pasti di balik pertengkaran yang berujung pada penembakan anggota TNI ini masih belum diketahui secara jelas. Namun, perselisihan tersebut berujung pada aksi korban mengejar pelaku dengan kampak kecil, yang kemudian memicu respons tembakan. Satu dari tiga tembakan peringatan yang dilepaskan Kapten Inf J mengenai kepala korban, menyebabkan Praka PM meninggal di tempat kejadian.

Insiden penembakan anggota TNI Keerom ini terjadi di Dusun Kali Lapar 2, Distrik Waris, pada Minggu pagi. Percekcokan antara Praka PM dan Kapten Inf J dilaporkan terjadi secara tiba-tiba, dan intensitasnya meningkat dengan cepat. Tidak ada informasi awal mengenai topik atau pemicu spesifik dari pertengkaran tersebut, namun dampaknya sangat fatal dan tidak terduga.

Setelah pertengkaran memuncak, Praka PM dilaporkan mengambil sebuah kapak kecil dan mulai mengejar Kapten Inf J. Aksi pengejaran ini membuat Kapten Inf J merasa nyawanya terancam. Dalam upaya untuk menghentikan ancaman tersebut, Kapten Inf J kemudian melepaskan tiga kali tembakan peringatan menggunakan senjata api jenis Sig Sauer P224 yang dibawanya.

Sayangnya, salah satu dari tembakan peringatan tersebut tidak meleset dan mengenai bagian kepala Praka PM. Luka tembak yang serius ini menyebabkan Praka PM langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam serta pertanyaan besar mengenai dinamika hubungan antara kedua anggota militer tersebut.

Setelah menerima laporan mengenai insiden penembakan anggota TNI ini, aparat kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Anggota Polres Keerom langsung melakukan pengamanan area dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat serta keluarga korban. Langkah ini diambil untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan memastikan situasi tetap kondusif di tengah masyarakat.

Kapten Inf J, pelaku penembakan, telah diamankan oleh Polisi Militer Kodam XVII Cendrawasih di Jayapura. Senjata api jenis Sig Sauer P224 yang digunakan dalam insiden tersebut juga telah disita sebagai barang bukti. Proses hukum terhadap Kapten Inf J akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam peradilan militer, menunjukkan komitmen untuk menegakkan keadilan.

Kapolsek Waris Ipda Mirwan menegaskan, "Pelaku telah diamankan oleh Polisi Militer di Jayapura untuk menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku." Pihak kepolisian juga terus melakukan pendekatan kepada keluarga korban dan tokoh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada peradilan militer. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Keerom pasca insiden penembakan anggota TNI tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi