Trivia: Pendiri Tarekat Qadiriyah! Ajaran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani Diwacanakan Jadi Kurikulum SMA/SMK Jatim
Gubernur Khofifah berencana memasukkan ajaran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, ulama sufi pendiri Tarekat Qadiriyah, ke kurikulum SMA/SMK Jatim untuk pembentukan karakter. Apa saja nilai-nilai yang akan diajarkan?
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewacanakan sebuah inisiatif penting dalam dunia pendidikan. Beliau berencana memanfaatkan ajaran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani sebagai bagian dari kurikulum pelajar di tingkat SMA/SMK.
Wacana ini bertujuan untuk memperkuat pembentukan karakter siswa di Jawa Timur. Ajaran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dinilai sangat relevan dan kaya akan nilai-nilai luhur yang dapat membentuk akhlak generasi muda.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Khofifah dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di PP Al Mahrusiyah Lirboyo, Kota Kediri, pada Minggu lalu. Acara tersebut juga dihadiri oleh Syekh Afeefuddin Al Jailani, keturunan ke-19 Syeikh Abdul Qadir al-Jailani.
Ajaran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani: Fondasi Karakter Unggul
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa ajaran Syeikh Abdul Qadir al-Jailani sangat baik dan relevan untuk pendidikan karakter. Ajaran-ajaran tersebut banyak tertuang dalam Kitab Nashoihul Jailani yang berisi beragam nasihat.
"Ada Kitab Nashoihul Jailani, nasihat yang antara lain tentang keikhlasan, tentang syukur, tentang sabar, tentang akhlak," kata Gubernur Jatim itu. Beliau menambahkan bahwa salah satu substansi utama dari ajaran tersebut adalah mengenai keikhlasan.
Menurut Khofifah, keikhlasan merupakan nilai yang tidak sederhana namun sangat esensial dalam kehidupan. "Ikhlas. Kalau dapat ilmu pastikan diamalkan dan harus ada keikhlasan dalam proses mengamalkan. Ikhlas itu tidak sederhana, maka itu salah satu substansi dari Syeikh Abdul Qadir al-Jailani," ujarnya.
Untuk mempermudah akses, Gubernur Khofifah telah meminta izin untuk mencetak ulang Kitab Nashoihul Jailani. Kitab ini sudah tersedia dalam terjemahan Bahasa Indonesia, sehingga diharapkan dapat menjadi basis kurikulum yang efektif untuk membentuk karakter siswa SMA/SMK agar menjadi pribadi yang bersyukur, sabar, ikhlas, dan tawakal.
Tiga Prinsip Sukses ala Syeikh Afeefuddin Al Jailani
Dalam kesempatan yang sama, Syekh Afeefuddin Al Jailani, keturunan ke-19 Syeikh Abdul Qadir al-Jailani, memaparkan tiga prinsip penting dalam menuntut ilmu. Prinsip-prinsip tersebut adalah ilmu, amal, dan ikhlas.
Beliau menekankan bahwa ketiga komponen ini harus ada secara bersamaan pada diri seorang penuntut ilmu. "Tiga komponen prinsip tadi harus ada pada diri seorang santri. Tidak bisa seorang santri hanya memperkuat ilmu tanpa amal dan ikhlas atau amal tanpa ilmu dan ikhlas atau ikhlas tanpa ilmu dan amal. Tiga-tiganya benar harus ada pada diri seorang santri," jelasnya.
Syekh Afeefuddin Al Jailani juga menambahkan bahwa prinsip-prinsip ini merupakan kunci untuk menjadi sosok yang sukses dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan memegang teguh prinsip ini, seseorang tidak hanya akan sukses di Indonesia, tetapi juga dapat mengajarkan ilmu dan budaya toleransi ke negara lain.
Beliau mencontohkan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani yang saat tiba di Bagdad tidak dikenal, namun dengan memegang teguh ilmu, amal, dan ikhlas, beliau menjadi syeikh para masyayikh pada usia 55 tahun. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pembacaan Maulid Simtudduror oleh para santri dan dihadiri oleh keluarga besar PP Al Mahrusiyah Lirboyo, perwakilan PCNU Kota Kediri, alumni pesantren, serta ratusan santri.
Sumber: AntaraNews