Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah mengambil langkah konkret. Mereka menempatkan ahli gizi di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut. Inisiatif ini bertujuan mendukung penuh operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan.
Penempatan ahli gizi ini merupakan komitmen Persagi Bojonegoro untuk menyukseskan program nasional. Ahli gizi memiliki peran krusial dalam memastikan kualitas dan keamanan makanan. Mereka bekerja dari tahap perencanaan menu hingga proses distribusi ke penerima manfaat.
Ketua DPC Persagi Kabupaten Bojonegoro, Erni Ernawati, menegaskan pentingnya peran ini. Kehadiran mereka menjamin setiap hidangan yang disajikan memenuhi standar gizi seimbang. Hal ini vital untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2025 melalui pemenuhan gizi anak.
Advertisement
Advertisement
Tugas utama ahli gizi yang ditempatkan di SPPG adalah membantu menyiapkan menu yang disajikan. Mereka juga memastikan pemenuhan gizi makanan yang diberikan, mengawasi proses memasak, hingga distribusi di tempat tujuan dengan aman. Keterlibatan ini memastikan setiap tahapan produksi makanan berjalan sesuai standar.
Pembuatan makanan di SPPG yang didampingi ahli gizi dipastikan mengandung komponen gizi seimbang. Ini mencakup makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, dan buah sebagai pelengkap. Komposisi ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian penerima manfaat secara optimal.
Namun, dalam pemberian makanan kepada siswa, jika dianggap tidak sesuai keinginan masyarakat, penyebabnya akan dicari. Erni Ernawati menjelaskan bahwa kendala ini biasanya terjadi karena SPPG tidak mengkomunikasikan dengan ahli gizi yang bertugas. Koordinasi yang baik sangat esensial untuk menghindari masalah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Di wilayah Bojonegoro, direncanakan sebanyak 105 SPPG akan beroperasi untuk mendukung program MBG. Saat ini, ada 57 SPPG yang telah beroperasi dan memiliki ahli gizi yang ditempatkan. Ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam implementasi program.
Sepuluh SPPG lainnya, meskipun telah selesai dibangun, masih belum beroperasi karena menunggu penempatan ahli gizi. Sementara itu, 38 SPPG lainnya masih dalam proses persiapan. Persagi Bojonegoro telah berupaya melakukan perekrutan, namun belum banyak yang melamar karena sebagian besar ahli gizi sudah bekerja.
Erni Ernawati berharap program ini dapat berjalan dengan baik dan memenuhi kebutuhan gizi seimbang bagi anak-anak serta penerima manfaat lainnya. Program ini bertujuan membentuk Indonesia Emas 2025 melalui pemenuhan gizi yang sesuai. Komitmen berkelanjutan dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai target tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews