Trivia: 31 Lukisan SBY di Pameran Seni Ekonomi Kreatif, Menekraf: Perkuat Ekosistem Kreatif!

Menekraf Teuku Riefky menegaskan Pameran Seni Ekonomi Kreatif, termasuk 31 lukisan SBY, sangat penting sebagai penguat ekosistem kreatif. Simak alasannya!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: 31 Lukisan SBY di Pameran Seni Ekonomi Kreatif, Menekraf: Perkuat Ekosistem Kreatif!
Menekraf Teuku Riefky menegaskan Pameran Seni Ekonomi Kreatif, termasuk 31 lukisan SBY, sangat penting sebagai penguat ekosistem kreatif. Simak alasannya! (Merdeka.com)

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya baru-baru ini menekankan peran vital pameran seni dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Ia menilai bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga menjadi motor penggerak inovasi dan nilai ekonomi. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutannya pada pembukaan pameran seni bertajuk "Art for Peace and A Better Future".

Pameran tersebut diselenggarakan di Astha District, Jakarta Selatan, pada Sabtu lalu, menampilkan ragam karya seni rupa yang memukau. Riefky menegaskan bahwa pameran seni, seperti yang menghadirkan sentuhan inovasi dan kreativitas, sangat krusial bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. Ini merupakan upaya nyata dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar ajang apresiasi seni, pameran ini juga diharapkan menjadi instrumen diplomasi budaya yang efektif. Riefky optimis bahwa dengan penguatan ekosistem pameran seni secara konsisten, Indonesia dapat menjadi pusat seni rupa yang berpengaruh di kancah regional maupun global. Kolaborasi antar seniman dan institusi seni menjadi kunci utama dalam mencapai visi tersebut.

Pameran Seni sebagai Penguat Ekonomi Kreatif

Menekraf Teuku Riefky Harsya secara tegas menyatakan bahwa pameran seni memiliki peran ganda yang signifikan. Selain berfungsi sebagai wadah untuk menampilkan keindahan estetika, pameran ini juga merupakan upaya konkret dalam memperkuat nilai ekonomi. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.

Menurut Riefky, pameran seni adalah manifestasi dari ekonomi yang kreatif, inovatif, inklusif, dan kolaboratif. Konsep ini mencerminkan bagaimana seni dapat berinteraksi dengan berbagai elemen masyarakat dan industri untuk menciptakan nilai tambah. Dengan demikian, pameran seni bukan hanya event budaya, tetapi juga sebuah platform ekonomi yang dinamis.

Keyakinan Riefky terhadap potensi pameran seni sangat besar. Ia meyakini bahwa "jika ekosistem ini terus diperkuat, Indonesia dapat menjadi pusat seni rupa yang berpengaruh di kawasan, bahkan di dunia." Pernyataan ini menunjukkan ambisi besar untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam dunia seni global.

Kolaborasi Lintas Generasi dan Institusi dalam "Art for Peace and A Better Future"

Pameran "Art for Peace and A Better Future" menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat menghasilkan karya luar biasa. Menekraf Riefky secara khusus mengapresiasi Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bersama SBY Art Community atas inisiatif pameran ini. Pameran ini menampilkan 31 karya lukis yang mengangkat tema perdamaian, keberlanjutan, dan harapan lintas generasi.

Sebanyak 21 seniman lukisan dari berbagai daerah turut berpartisipasi dalam pameran ini, menunjukkan keragaman talenta seni di Indonesia. Kolaborasi ini juga melibatkan akademisi dari empat institusi seni terkemuka: Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Yogyakarta, FSRD ISI Surakarta, FSRD ITB, dan FSRD IKJ. Kehadiran empat pelukis profesional independen semakin memperkaya khazanah karya yang dipamerkan.

Pameran yang berlokasi di Ashta District 8 Jakarta Selatan ini bukan sekadar ajang unjuk karya. Riefky berharap seni lukis dapat menjadi medium perekat perdamaian dan penjaga keberlanjutan. Ia juga menekankan bahwa "seni mampu merawat harapan lintas generasi, sekaligus berfungsi sebagai penggerak ekonomi kreatif Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah."

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi