Trik Lucu Ketum Muhammadiyah saat Ujian SIM: Motor Dituntun sampai Ditegur Polisi
Merdeka.com - Persoalan ujian membuat surat izin mengemudi (SIM) ramai diperbincangkan usai Kapolri Jenderal Listyo Sigit meminta ujian praktik. Kapolri minta ujian jalan zigzag dan mutar angka delapan dievaluasi.
Bicara soal ujian SIM, ada kisah lucu dari Ketua Umum Muhammadiyah 1968-1990 KH Abdur Rozaq Fachruddin atau akrab disapa Pak AR. Kisah ini terjadi pada tahun 1956.
Pada waktu Pak AR menjadi anggota DPR DIY, mereka dapat kreditan untuk membeli sepeda motor. Pada waktu itu mereknya IFA.
Oleh karena belum memiliki SIM, Pak AR mengikuti ujian SIM. Setelah lulus ujian teori, peserta diharuskan mengikuti ujian praktik.
Dalam ujian itu biasanya polisi penguji di depan berjalan di jalan raya, kemudian masuk jalan gang, lalu ke jalan-jalan yang agak sulit, sempit dan lain-lain. Ketika sampai di jalan yang sempit dan licin, Pak AR turun dan sepeda motornya dituntun. Karena itu Pak AR ditegur oleh polisi yang mengikuti dari belakang.
"Pak, kok motornya dituntun?" tanya polisi.
"Lha saya ujian SIM ini ingin selamat, karena itu kalau saya ketemu jalan seperti ini dari pada jatuh lebih baik saya tuntun," jawab Pak AR.
Polisi itu tertawa. Tapi Pak AR lulus juga dan mendapatkan SIM.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya