Trans TV dan KPI rapat tertutup bahas nasib YKS

Senin, 6 Januari 2014 18:18 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah
Trans TV dan KPI rapat tertutup bahas nasib YKS Yuk Keep Smile. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Pihak Trans TV memenuhi panggilan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Mereka menggelar pertemuan terkait program Yuuk Keep Smile yang mendapat sorotan negatif dari pemirsa TV.

Rapat itu berlangsung tertutup sejak pukul 16.00 WIB. Pihak Trans TV terdiri atas enam orang bertemu dengan komisioner KPI Pusat bidang isi siaran, Agatha Lily di ruang Monitoring, Gedung KPI Pusat, Jalan Gajah Mada 8, Jakarta Pusat, Senin (6/1).

Pihak KPI telah memberikan teguran secara tertulis terhadap stasiun televisi Trans TV terkait program YKS. KPI menilai, program yang berdurasi selama empat jam dianggap meresahkan dunia anak-anak dan remaja.

Setelah dikritik, goyang oplosan dalam acara YKS di Trans TV sudah diganti. Dalam acara yang tayang, Senin (30/12), memperkenalkan goyangan baru yang mereka namakan goyangan cangkul.

Goyang oplosan dalam acara YKS dinilai terlalu sensual dan mudah ditiru oleh anak-anak. Bahkan kritik dan protes tentang acara YKS itu pun memenuhi pojok aduan situs KPI di http://www.kpi.go.id/.

Banyak warga yang mengemukakan ketidaksetujuannya dengan tayangan tersebut. Menurut mereka, tayangan YKS sangat tidak mendidik bagi anak-anak karena ditayangkan di jam prime time.

"Acara goyangnya terlalu menjurus, tolong koreksi lagi acara goyang2 yang ga jelas itu. Ato kalau ga mau mengurangi goyang2 edan itu, at least pindahin jam tayangnya ke dini hari sekalian biar ga ada anak kecil usia sekolah yang nonton. TV seharusnya mendidik, bukan menjerumuskan," tulis Ishardini Dewi Jayanti.

"Terlalu vulgar, jam tayang terlalu lama, goyangannya tidak mendidik, goyangannya terlalu vulgar tidak baik ditonton anak kecil," tulis Ida.

"Tolong segera hentikan acara YKS, berdampak buruk bagi anak-anak. banyak menampilkan goyangan erotis dan kata-kata celaan yang tidak sepantasnya diucapkan. Semakin lama acara ini jauh dari nilai positif," keluh Kohar Permana.

Baca juga:
Video Goyang Oplosan terbaru mulai dicari-cari di YouTube
Ini video gerakan mencangkul gantikan goyangan erotis di oplosan
Agar tak erotis, goyang oplosan dibumbui gerakan mencangkul

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini