Tragis! Erick Thohir Bela Sungkawa, Suporter Ultras Garuda Meninggal Dunia Jelang FIFA Matchday

Ketua Umum PSSI Erick Thohir bela sungkawa atas meninggalnya Darul Arianto, suporter Ultras Garuda, jelang laga FIFA Matchday Indonesia vs Lebanon di Surabaya. Apa penyebabnya?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragis! Erick Thohir Bela Sungkawa, Suporter Ultras Garuda Meninggal Dunia Jelang FIFA Matchday
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bela sungkawa atas meninggalnya Darul Arianto, suporter Ultras Garuda, jelang laga FIFA Matchday Indonesia vs Lebanon di Surabaya. Apa penyebabnya? (Merdeka.com)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan duka cita mendalam atas insiden meninggalnya salah satu suporter Ultras Garuda, Darul Arianto. Peristiwa tragis ini terjadi tepat sebelum pertandingan FIFA Matchday antara Tim Nasional Indonesia dan Lebanon dimulai pada Senin lalu. Laga penting tersebut diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, menjadi saksi bisu kepergian seorang pendukung setia sepak bola Tanah Air.

Erick Thohir mengungkapkan rasa belasungkawanya langsung setelah pertandingan berakhir, menegaskan komitmennya untuk segera menjenguk keluarga almarhum. "Pertama-tama saya ingin mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya salah satu suporter Ultras Garuda, Saudara Darul Arianto. Insya Allah habis ini juga saya akan menengok," ujar Erick di GBT Surabaya. Pernyataan ini menunjukkan kepedulian PSSI terhadap keselamatan dan kesejahteraan para suporter.

Tidak hanya dari PSSI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya juga turut menyampaikan rasa duka yang sama atas kejadian ini. Insiden tersebut bermula ketika sejumlah suporter di tribun selatan berteriak meminta bantuan tim medis. Darul Arianto kemudian digotong oleh empat orang dengan pengawalan tim medis dan segera dibawa ke mobil ambulans di pinggir lapangan untuk penanganan lebih lanjut.

Insiden meninggalnya Darul Arianto, suporter Ultras Garuda, menjadi sorotan utama di Stadion Gelora Bung Tomo. Kejadian ini berlangsung sangat cepat, hanya beberapa saat sebelum peluit tanda dimulainya pertandingan FIFA Matchday ditiup. Para suporter lain di tribun selatan menjadi saksi mata pertama yang menyadari kondisi Darul.

Mereka dengan sigap berteriak memanggil tim medis untuk memberikan pertolongan pertama. Respons cepat dari tim medis menunjukkan kesiapsiagaan panitia penyelenggara. Darul Arianto segera dievakuasi dari kerumunan penonton.

Empat orang petugas membantu menggotong Darul, didampingi oleh tim medis profesional. Suporter tersebut kemudian dibawa menuju mobil ambulans yang telah siaga di area pinggir lapangan. Upaya penyelamatan dilakukan secepat mungkin untuk memberikan penanganan medis darurat.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir secara langsung menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya Darul Arianto. Pernyataan ini disampaikan sebagai bentuk empati dan kepedulian PSSI terhadap para suporter. Erick Thohir juga berencana untuk mengunjungi keluarga almarhum sebagai wujud penghormatan terakhir.

"Saya rasa dari Pemda Jawa Timur dan juga Surabaya, sama, saya rasa juga bilang berbela sungkawa," tambah Erick. Hal ini menunjukkan sinergi antara PSSI dan pemerintah daerah dalam menyikapi insiden tragis ini. Dukungan moral diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Komitmen ini penting untuk memastikan bahwa setiap aspek keselamatan suporter menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan pertandingan. Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait. PSSI dan pemerintah daerah berupaya keras untuk meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan di stadion.

Laga FIFA Matchday antara Timnas Indonesia melawan Lebanon berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Meskipun hasil pertandingan tidak sesuai harapan, perhatian publik lebih tertuju pada insiden meninggalnya suporter. Pertandingan ini merupakan bagian dari persiapan Timnas Indonesia.

Sebelumnya, Timnas Indonesia berhasil memetik kemenangan atas Taiwan dalam FIFA Matchday bulan September ini. Hasil imbang melawan Lebanon melengkapi catatan satu kemenangan dan satu hasil seri bagi skuad Garuda. Fokus utama tetap pada evaluasi performa tim dan juga insiden yang menyelimuti pertandingan.

Insiden ini harus menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara dan pihak keamanan. Keselamatan penonton adalah hal yang tidak bisa ditawar. PSSI dan pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi