Tragedi Siswa Tenggelam di Pantai Cemara Cianjur, Satu Meninggal Dunia

Tiga pelajar menjadi korban keganasan ombak Pantai Cemara Cianjur, satu di antaranya meninggal dunia, setelah berenang tanpa alat keselamatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tragedi Siswa Tenggelam di Pantai Cemara Cianjur, Satu Meninggal Dunia
Tiga pelajar menjadi korban keganasan ombak Pantai Cemara Cianjur, satu di antaranya meninggal dunia, setelah berenang tanpa alat keselamatan. (AntaraNews)

Petugas gabungan di Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berhasil mengevakuasi tiga pelajar yang menjadi korban tenggelam di Pantai Cemara pada Minggu (05/4). Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di puskesmas setempat.

Para korban, MMH (16), AMF (16), dan MF (18), diketahui merupakan warga Kecamatan Pasirkuda yang sebelumnya menginap dengan mendirikan tenda pada Sabtu (3/4). Mereka memutuskan untuk berenang di pantai pada Minggu pagi tanpa menggunakan alat keselamatan yang memadai.

Akibatnya, ketiga pelajar tersebut terseret gelombang tinggi hingga tenggelam, memicu kepanikan pengelola tempat wisata dan warga sekitar. Upaya pencarian segera dilakukan sambil menunggu kedatangan petugas gabungan untuk membantu proses evakuasi.

Setelah menerima laporan mengenai insiden ini, aparat Kecamatan Cidaun dan pengelola tempat wisata Ciwidig-Cemara segera berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Cianjur serta relawan BPBD Cianjur. Mereka bahu-membahu melakukan pencarian intensif di sekitar lokasi kejadian.

Dalam beberapa puluh menit, petugas gabungan berhasil menemukan tubuh korban AMF dan MF dalam kondisi tidak sadarkan diri. Keduanya langsung dilarikan ke Puskesmas Cidaun untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Sayangnya, MMH ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, berjarak beberapa puluh meter dari lokasi kedua temannya ditemukan. Jasad MMH sempat dibawa ke puskesmas untuk visum sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Hingga Minggu petang, AMF dan MF, dua korban yang selamat, masih menjalani perawatan di Puskesmas Cidaun. Kondisi mereka dilaporkan sudah sadarkan diri dan mulai menunjukkan perbaikan, dengan pelayanan medis maksimal yang terus diberikan.

Camat Cidaun, Gagan Rusganda, mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berencana berlibur ke pantai selatan Cianjur untuk selalu mematuhi larangan. Penting untuk tidak mendekati bibir pantai, apalagi berenang, mengingat cuaca ekstrem masih melanda wilayah tersebut.

Gelombang tinggi dapat terjadi kapan saja di pantai selatan Cianjur, mengancam keselamatan para pengunjung. Peringatan ini disampaikan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Pemerintah daerah melalui petugas gabungan telah menempatkan personel di lokasi saat libur panjang akhir pekan. Petugas ini bertugas membantu balawisata dalam mengimbau wisatawan agar tidak mendekati bibir pantai atau berenang.

Langkah proaktif ini diambil sebagai upaya pencegahan mengingat potensi gelombang tinggi yang selalu ada di pantai selatan. Keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama bagi pihak berwenang.

Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap peringatan menjadi kunci untuk menikmati keindahan pantai selatan Cianjur dengan aman. Edukasi mengenai bahaya laut perlu terus digalakkan kepada masyarakat dan wisatawan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi