Ada yang unik dalam perayaan Iduladha di Masjid Gedhe Keraton Yogyakarta atau dikenal pula sebagai Masjid Kauman, Kota Yogyakarta. Warga bisa meminta bantuan chef untuk memasak daging kurban di Masjid Kauman.
Sebanyak 20 chef dari berbagai hotel bintang di Yogyakarta dikerahkan untuk membantu warga yang ingin daging kurbannya dimasak secara gratis. Program ini merupakan hasil kerjasama antara takmir Masjid Kauman dengan perkumpulan chef di DIY. Program ini dinamai Gerakan Memasak Daging Qurban (GMDQ).
Program memasak gratis daging kurban oleh chef hotel ini sudah kali kesembilan digelar di Masjid Kauman. Selama dua hari yakni Jumat (6/6) hingga Sabtu (7/6) warga bisa dilayani dalam memasak daging hewan kurban.
Advertisement
Porsi Daging Kurban Dimasak
Koordinator Lapangan GMDQ chef Suryo Nugroho menerangkan dalam sehari pihaknya melayani 250 kuota. Kuota ini bukan berdasarkan jumlah daging namun berdasarkan antrian orang.
"Kuotanya satu hari 250 porsi, ini bukan berdasarkan dagingnya. 250 porsi ini berdasarkan kuota orang. Jadi selama dua hari kami menyediakan 500 porsi kuota," kata Suryo, Jumat (6/6).
Suryo menyebut ada 20 orang chef dari berbagai hotel yang dikerahkan untuk memasak daging kurban dari warga ini. Selain itu para chef ini juga dibantu oleh mahasiswa jurusan tata boga dalam mengolah daging kurban ini.
Advertisement
Pilihan Menu Masakan
Suryo menyebut ada empat pilihan menu masakan yang disiapkan. Keempat menu ini yakni tongseng, sate goreng, gulai dan oseng-oseng mercon.
"Tujuan kami membuat ini adalah untuk membantu kaum dhuafa. Barangkali mereka tidak sempat memasak hewan kurban, kami sediakan. Mereka bisa minta tolong secara gratis. Tidak membayar sama sekali," tutur Suryo.
Advertisement
Bumbu Masak
Suryo membeberkan untuk bumbu masak pun seluruhnya disiapkan oleh panitia GMDQ. Bumbu-bumbu, lanjut Suryo, merupakan hasil patungan para chef.
Suryo menambahkan untuk bumbu semuanya menggunakan bumbu segar tanpa memakai bumbu instan. Satu-satunya yang bumbu instan hanyalah santan saja.
"Kami pakai bumbu yang fresh. Tidak pakai bumbu instan. Bawang merah, bawang putih, cabai semuanya kami beli di pasar. Fresh. Lalu kami olah dan blend di sini," tutup Suryo.