Tom Lembong Ucap Terima Kasih Kepada Prabowo: Abolisi Tak Hanya Bebaskan Fisik, tapi Pulihkan Nama Baik Saya
Tom Lembong menyebut abolisi yang diterimanya sebagai bentuk pengembalian martabat yang sempat tercabut.
Mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) resmi menghirup udara bebas setelah Presiden Prabowo Subianto menerbitkan surat keputusan presiden (Keppres) pemberian abolisi pada Jumat (1/8).
Usai bebas, Tom Lembong langsung menyampaikan rasa syukur atas keputusan Presiden Prabowo Subianto serta pertimbangan dari pimpinan dan anggota DPR.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto atas pemberian abolisi serta kepada pimpinan serta anggota DPR atas pertimbangan dan persetujuannya," kata Tom Lembong usai bebas dari Rutan Cipinang, Jumat (1/8) malam.
Dia menyebut abolisi yang diterimanya sebagai bentuk pengembalian martabat yang sempat tercabut.
"Abolisi ini bukan hanya membebaskan saya secara fisik, tetapi juga memulihkan nama baik saya dan kehormatan saya sebagai seorang warga negara," ujar dia.
Dia menambahkan, keputusan tersebut diyakininya diambil melalui pertimbangan yang tidak mudah. Meski demikian, Tom Lembong menyadari bahwa keputusan tersebut turut mengundang perdebatan.
"Saya tahu keputusan ini tidak mudah dan saya menghormatinya sebagai sebuah keputusan konstitusional yang lahir dari pertimbangan yang mendalam. Namun saya juga sangat-sangat sadar bahwa banyak pertanyaan, banyak kegelisahan yang menyertai abolisi ini. Saya juga menghormati pandangan-pangan seperti itu ya," ucap Tom Lembong.
Puji Tim Hukum
Dalam kesempatan itu, Tom Lembong juga menyampaikan apresiasi kepada tim penasihat hukum, keluarga, rekan seperjuangan, dan masyarakat secara umum. Ia menyebut dukungan tersebut sebagai sumber kekuatan selama masa penahanan.
"Saya tahu saya sangat amat beruntung, saya memiliki tim hukum yang luar biasa. Sahabat-sahabat yang tak henti menyuarakan dan menyerukan keadilan bagi saya, keluarga yang tidak pernah goyah, dan publik luas yang memberikan simpati dan dukungan, juga tidak mau melupakan para pengurus dan petugas rutan yang telah melayani dengan penuh sikap profesional dan mengayomi," kata Tom Lembong.
"Saya tidak akan pernah bisa membalas semua itu selain dengan rasa terima kasih yang mendalam dan dengan komitmen untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih berguna bagi negeri kita tercinta," sambung dia.
Tak hanya itu, Tom Lembong mengaku tidak akan melupakan mereka yang turut mengalami nasib serupa namun tak memiliki kekuatan suara, perlindungan, atau perhatian publik seperti dirinya.
"Saya ingin ini menjadi awal dan tanggung jawab bersama. Saya ingin menyuarakan, mengingatkan dan bila mungkin membantu agar sistem hukum kita menjadi lebih adil, lebih jernih dan lebih memihak kepada kebenaran alih-alih kepada kepentingan tertentu," ucap Tom Lembong.
Tom Lembong menegaskan kembali dengan semangat yang utuh. Ia menyampaikan rasa cintanya terhadap Indonesia dan komitmen untuk tetap berkontribusi bagi kemajuan republik.
"Saya juga ingin mengatakan kepada semua bahwa saya kembali dengan semangat yang tidak retak apalagi patah, saya masih sangat amat percaya pada negeri ini pada bangsa Indonesia yang dari dulu saya percaya adalah bangsa terbaik di dunia. Saya masih sangat amat mencintai republik ini," tandas Tom Lembong.