Tokoh Agama Maluku Deklarasikan Malam Takbiran Aman dan Khidmat Jelang Idul Fitri 1447 H
Tokoh agama di Maluku bersatu mendeklarasikan komitmen untuk menjaga malam takbiran dan perayaan Idul Fitri 1447 H berlangsung aman, tertib, dan khidmat, mengajak umat merayakan dengan kekhidmatan.
Sejumlah tokoh agama di Provinsi Maluku mendeklarasikan komitmen bersama untuk menjaga malam takbiran dan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung aman, tertib, dan khidmat di Ambon. Deklarasi ini bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif bagi umat Muslim dalam menyambut hari kemenangan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, M Yamin, mengajak seluruh umat Islam untuk merayakan malam takbiran dengan penuh kekhidmatan. Perayaan ini dapat dilakukan melalui kumandang takbir, tahmid, dan tahlil di masjid, musala, maupun di rumah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
Acara deklarasi tersebut diselenggarakan di Tribun Lapangan Letkol Pol Chr Tahapary, Tantui, Ambon, pada Jumat (13/3). Kegiatan ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat di Provinsi Maluku, menunjukkan sinergi kuat antarpihak.
Komitmen Bersama Menjaga Kekhidmatan Idul Fitri
Deklarasi ini diawali dengan penandatanganan komitmen oleh sejumlah pimpinan organisasi keagamaan terkemuka di Maluku. Di antara penandatangan adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Maluku, Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Maluku, Imam Masjid Raya Al-Fattah, serta Wakil Ketua I Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama Maluku.
Penandatanganan deklarasi penting ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku, Kapolda Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Komandan Kodaeral IX, serta Danlanud Pattimura. Setelah penandatanganan, Kepala Kementerian Agama membacakan seruan pemuka agama Islam Maluku dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Dalam seruan tersebut, masyarakat diimbau untuk merayakan malam takbiran secara bijak dan tidak berlebihan. Selain itu, masyarakat diminta menghindari konvoi kendaraan atau kegiatan lain yang berpotensi mengganggu ketertiban umum dan keselamatan bersama. Imbauan ini bertujuan untuk memastikan perayaan berjalan lancar dan tanpa insiden yang tidak diinginkan.
Peran Sinergisitas dalam Keamanan dan Toleransi
Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menyatakan bahwa deklarasi ini merupakan bentuk sinergisitas yang kuat. Sinergisitas tersebut terjalin antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan perayaan Idul Fitri berlangsung aman dan kondusif.
Menurut Kapolda, deklarasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen bersama seluruh elemen masyarakat Maluku. Komitmen ini bertujuan untuk menjaga kedamaian dan persaudaraan, khususnya menjelang malam takbiran dan Hari Raya Idul Fitri.
Kapolda juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai toleransi, persatuan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Maluku. Nilai-nilai ini sangat penting untuk mempertahankan kerukunan antarumat beragama di Bumi Raja-Raja.
“Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan penuh khidmat, aman, dan damai. Mari kita bersama-sama menjaga Maluku sebagai rumah bersama yang rukun dan harmonis,” ucap Kapolda. Pesan ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang damai bagi semua warga.
Sumber: AntaraNews