TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi, Pamerkan Tangkapan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp173,6 Miliar

MLRS Korps Marinir juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai serta menembakkan GPMG dan MO-60.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi, Pamerkan Tangkapan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp173,6 Miliar
TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi, Pamerkan Tangkapan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp173,6 Miliar (Merdeka.com)

TNI AL menggelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi serta pamerkan tangkapan komoditas logam dan mineral di wilayah Bangka Belitung yang disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali didampingi Gubernur Prov Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.

Kegiatan latihan melibatkan unsur-unsur Kapal Perang di antaranya KRI Brawijaya-320, KRI Raden Eddy Martadinata-331, KRI John Lie-358, KRI Cut Nyak Dien-375, KRI Tjiptadi-381, KRI Halasan-630, KRI Surik-645, KRI Semarang-594 dan KRI Pulau Fani-731.

Selain itu, TNI AL juga mengerahkan Satgas Udara berupa Pesawat Patroli Maritim CN-235 MPA, Pesud Cassa untuk penerjunan tempur, dua Helikopter Panther, Camcopter Puspenerbal, Drone Kamikaze, Pasukan Pendarat dan Roket Multi Launcher Rocket System (MLRS) Korps Marinir, serta satuan pendukung lainnya yang terintegrasi dalam skenario operasi. Diwarnai dengan Penembakan Meriam 76 MM KRI Raden Eddy Martadinata-331 dan Visit Board Search and Seizure (VBSS) oleh prajurit KRI Brawijaya-320.

MLRS Korps Marinir juga menembakkan roketnya yang menjadi senjata utama dalam pertahanan pantai serta menembakkan GPMG dan MO-60, selanjutnya pasukan pendarat Korps Marinir juga diterjunkan untuk melaksanakan pendaratan amfibi.

Tinjau Barang Bukti

TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi, Pamerkan Tangkapan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp173,6 Miliar
TNI AL Gelar Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi, Pamerkan Tangkapan Timah dan Logam Tanah Jarang Rp173,6 Miliar istimewa

Usai gelaran latihan, Kasal juga meninjau barang bukti hasil pelaksanaan Operasi Keamanan Laut (Opskamla) TNI AL bersinergi dengan Satlap Tri Cakti. Barang bukti tersebut berupa komoditas timah balok, pasir timah, serta logam tanah jarang (LTJ) antara lain zircon, ilmenite dan monazite yang berhasil diamankan sepanjang Tahun 2025 hingga 2026.

Total berat tangkapan timah tersebut seberat 496,892 Ton dan 10.762,117 Ton logam tanah jarang. Estimasi nilai yang berhasil diamankan yaitu Rp173.644.528.000 (Rp. 173,6 miliar).

"Latihan Anti Akses dan Anti Amfibi ini baru pertama kali dilatihkan. Kita berupaya melibatkan seluruh teknologi yang baru kita terima seperti drone surveilance maupun drone kamikaze, Pusat Kendali Mobil (Mobile Command). Selain latihan, untuk pencegahan penyelundupan timah ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI. Babel memiliki sumber daya yang sangat kaya, sayang sekali kalau diselundupkan bahkan menguntungkan negara lain," Ujar Kasal.

Keberhasilan tangkapan ini menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas praktik illegal mining serta penyelundupan sumber daya alam yang merugikan negara dan merusak ekosistem lingkungan.

Rekomendasi