Tim Gabungan Gencarkan Pembersihan Sungai Pamekasan, Antisipasi Banjir Musim Hujan

Tim gabungan BPBD, relawan, polisi, dan TNI melakukan pembersihan sungai Pamekasan secara masif untuk mencegah banjir dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tim Gabungan Gencarkan Pembersihan Sungai Pamekasan, Antisipasi Banjir Musim Hujan
Tim gabungan BPBD, relawan, polisi, dan TNI melakukan pembersihan sungai Pamekasan secara masif untuk mencegah banjir dan menyadarkan masyarakat akan pentingnya kebersihan. (AntaraNews)

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, relawan, kepolisian, dan TNI melancarkan aksi bersih-bersih aliran sungai. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di berbagai titik di Pamekasan, Jawa Timur, guna mencegah potensi terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan sebagai bentuk kesiagaan menghadapi musim hujan, tetapi juga sebagai kampanye edukasi kepada masyarakat. Harapannya, warga dapat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan ke sungai.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pamekasan, Akhmad Dofir Rosidi, menjelaskan bahwa penyempitan aliran sungai akibat sampah menjadi pemicu utama banjir. Oleh karena itu, gerakan pembersihan sungai Pamekasan ini menjadi langkah krusial dalam mitigasi bencana.

Penyebab Utama Banjir dan Dampaknya di Pamekasan

Akhmad Dofir Rosidi menegaskan bahwa salah satu penyebab utama banjir yang kerap melanda Pamekasan adalah penyempitan aliran sungai. Kondisi ini diperparah oleh praktik tidak bertanggung jawab sebagian oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Menurutnya, kebiasaan buruk tersebut secara signifikan mengurangi kapasitas sungai untuk menampung debit air, terutama saat musim hujan tiba. Akibatnya, air sungai mudah meluap dan merendam permukiman warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

Data menunjukkan bahwa banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Pamekasan. Selama musim hujan tahun 2025 saja, banjir telah melanda wilayah ini sebanyak tiga kali, menyebabkan dampak serius bagi ribuan keluarga.

Sebanyak 1.475 kepala keluarga (KK) di dua kecamatan, yaitu Pamekasan dan Pademawu, dilaporkan menjadi korban terdampak banjir tersebut. Kejadian berulang ini menggarisbawahi urgensi dari upaya pembersihan sungai Pamekasan dan penanganan masalah sampah.

Gerakan Bersih-bersih dan Edukasi untuk Kesiapsiagaan Bencana

Menyikapi kondisi tersebut, tim gabungan dari BPBD, relawan penanggulangan bencana, polisi, dan TNI aktif turun tangan. Mereka melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang aliran sungai di Pamekasan untuk mengembalikan fungsi sungai seperti semula.

Dofir Rosidi menyatakan, "Selain sebagai bentuk kesiagaan, aksi bersih-bersih aliran sungai ini juga sebagai bentuk kampanye kepada masyarakat agar mereka memperhatikan kebersihan aliran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan ke aliran sungai." Ini menunjukkan bahwa aspek edukasi menjadi bagian integral dari gerakan ini.

Lebih lanjut, ia menambahkan, "Banjir yang terjadi selama ini, umumnya karena luapan air sungai. Karena itu, gerakan bersih-bersih aliran sungai kami lakukan di samping itu pula kami menggencarkan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang sampah ke aliran sungai." Sosialisasi terus digencarkan untuk mengubah perilaku masyarakat.

Sebagai langkah proaktif lainnya, BPBD Kabupaten Pamekasan juga sedang membentuk tim tanggap bencana. Tim ini akan melibatkan semua elemen masyarakat dan personel gabungan dari berbagai instansi di lingkungan Pemkab Pamekasan, demi meningkatkan respons cepat terhadap potensi bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi