Tiga pelaku perampokan agen BRILink di Pekon Wonosari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, pada Minggu (13/7) malam lalu berhasil ditangkap.
Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra mengatakan, ketiga pelaku yang berhasil ditangkap yakni Dimas Anjahnudin Alia (37), warga Pekon Wonosari, Pringsewu. Kemudian Wawan Setiawan (38), warga Desa Kuripan, Pesawaran dan Ariesman (33), warga Kota Agung, Pesawaran, Lampung.
"Penangkapan pertama kali terhadap tersangka Ariesman pada 19 Juli, yang saat itu kedapatan memiliki handphone milik korban. Dari hasil pemeriksaan tersangka mengaku membeli ponsel tersebut tersangka Dimas Anjahnudin,"katanya Rabu(23/7).
Dari informasi itulah petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Dimas di wilayah Pesawaran. Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Dimas didapatkan tersangka lain, yakni Wawan Setiawan, yang terlibat langsung dalam aksi perampokan.
"Namun saat akan ditangkap Wawan melakukan perlawanan dan melarikan diri dan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur dengan di bagian kaki," jelas Yunnus.
Yunnus menyebutkan, pihaknya pun mengamankan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, satu unit sepeda motor Honda Beat yang digunakan dalam aksi, serta handphone milik korban.
"Untuk tersangka Dimas Anjahnudin ini residivis kasus pencurian kendaraan bermotor di wilayah Lampung Tengah dan Lampung Selatan," ungkapnya.
Advertisement
Terancam Dihukum 7 Tahun Penjara
Atas perbuatannya, tersangka Dimas dan Wawan dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, yang ancaman hukumannya dapat mencapai 7 tahun penjara. Untuk tersangka Ariesman dijerat Pasal 480 KUHP tentang penadahan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
"Tersangka Wawan mengaku melakukan aksinya tersebut dilakukan karena desakan ekonomi. Awal mengaku hendak mencuri uang tunai, namun karena korban perlawanan, dia dan rekannya hanya sempat membawa satu unit ponsel," ungkapnya.
Sementara itu, Korban, Nastiti Wening Sawendari menceritakan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada pukul 19.30 WIB. Tiba-tiba dua pria tak dikenal datang dengan sepeda motor. Salah satu pelaku berpura-pura akan menarik uang dalam jumlah besar.
"Saya curiga karena salah dari satu dari mereka tiba-tiba menodongkan pisau. Saya refleks mencoba melawan dan mempertahankan ponsel saya, tapi pelaku malah menyabetkan pisau," katanya.
Karena perlawanan itu, Nastiti mengalami luka sabetan pada lengan dan jari tangan, serta luka memar di bagian kepala dan wajah. Dia juga kehilangan satu gigi katena terjatuh saat berusaha merebut kembali ponselnya.