Tiga Pekan Berlalu Usai Dijanjikan Menko Zulhas Beres, Nyatanya Rekening UD Pramono Masih Diblokir Hingga Kini

Kala itu, Zulhas meminta PJ Gubernur Jateng dan Bupati Boyolali menyelesaikan masalah pemblokiran rekening UD Pramono dalam 2 pekan.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Tiga Pekan Berlalu Usai Dijanjikan Menko Zulhas Beres, Nyatanya Rekening UD Pramono Masih Diblokir Hingga Kini
Kala itu, Zulhas meminta PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Bupati Boyolali M Said Hidayat untuk menyelesaikan masalah pemblokiran rekening UD Pramono dalam waktu 2 minggu ke depan. (©Merdeka.com)

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) pernah turun tangan langsung menyelesaikan masalah pemblokiran rekening UD Pramono, Klaten, pada 19 November 2024 lalu.

Kala itu, Zulhas meminta PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Bupati Boyolali M Said Hidayat untuk menyelesaikan masalah pemblokiran rekening UD Pramono dalam waktu 2 minggu ke depan.

Beberapa pekan berlalu, nyatanya rekening milik Pramono sebagai pengepul susu Pramono masih diblokir oleh kantor pajak. Kondisi itu sangat mengganggu keberlangsungan usaha pengepul susu yang menampung hasil susu perah 1.300 peternak.

Saat dikonfirmasi, Pramono, mengungkapkan untuk menjalankan usahanya sehari-hari, ia terpaksa menggunakan dana dari simpan pinjam yang dimanfaatkan oleh para peternak.

Untuk diketahui, sebelum rekeningnya diblokir, Pramono memang rutin memberikan pinjaman uang tanpa bunga kepada para peternak sapi perah yang menjadi mitra usahanya.

"Ya, rekeneningnya masih diblokir. Belum ada tindak lanjut," ujar Pramono saat dihubungi, Selasa (10/12).

Pramono Putar Otak Agar Usaha Tetap Jalan

Dikatakan Pramono, dana umtuk simpan pinjam tersebut kini ia alihkan untuk menjaga kelangsungan operasional usahanya.

"Biar usaha tetap jalan. Saya tidak kasihkan SP ke peternak untuk operasional," katanya.

Lanjut Pramono, sebelum ini, untuk menyambung usahanya, ia terpaksa menjual 6 ekor sapinya.

Sejak berdiri pada tahun 2015, Pramono telah menjalin kemitraan dengan 1.300 peternak sapi, yang tersebar di Boyolali dan Klaten.P ramono berharap Pemkab Boyolali dan Pemprov Jawa Tengah dapat membantu membuka blokir rekeningnya.

"Dari Pemkab Boyolali dan Provinsi masih mengusahakan. Tapi kelanjutannya sampai di mana saya kurang tahu," katanya.

Pramono berharapan di akhir tahun 2024 rekening yang diblokir oleh kantor pajak dapat dibuka kembali.Pemblokiran rekening UD Pramono oleh kantor pajak disebabkan oleh tunggakan pajak sekitar Rp 670 juta. Tunggakan ini berdampak pada pemblokiran dana milik UD Pramono, yang tidak hanya merupakan miliknya, tetapi juga milik 1.300 peternak sapi perah yang menjadi mitra usaha tersebut.

Janji Menko Zulhas

Sebelumnya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meminta PJ Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana dan Bupati Boyolali M Said Hidayat untuk menyelesaikan masalah pemblokiran rekening UD Pramono dalam waktu 2 minggu ke depan.

"Tugasnya membuka blokir pak gubernur sama bupati. Kalau dua minggu enggak selesai, saya datang lagi," kata Zulhas.

Zulhas mengunjungi UD Pramono di Desa Singosari, Mojosongo Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (19/11). Zulhas didampingi Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menemui Pramono dan 1.400 peternak anggota UD Pramono dan warga sekitar.

Pernyataan Zulhas disampaikan setelah mendengarkan keluhan Pramono, pemilik UD Pramono dan sejumlah peternak sapi perah yang hadir.

Zulhas temui Pramono
Zulhas temui Pramono ©Merdeka.com
Rekomendasi