Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

The Future Talks, desainer kondang beri motivasi siswa SMKN 48

The Future Talks, desainer kondang beri motivasi siswa SMKN 48 The Future di SMKN 48. ©2017 Merdeka.com/Fransisco Manuputty

Merdeka.com - Tak pernah terbayangkan oleh Ian Adrian untuk menjadi seorang desainer kondang. Padahal, mulanya cuma hobi melukis di sebuah kanvas atau secarik kertas.

Begitu diutarakannya saat menjadi pembicara pada The Future Talks bertema "Cita-cita dan Keyakinan" di SMK Negeri 48 Raden Inten, Jakarta Timur, Jumat (15/12). Kegiatan digelar Universitas Gunadarma dan berkolaborasi dengan KapanLagi Network (KLN).

Karirnya sebagai desainer, ungkap Ian, diawali dari permintaan seorang teman untuk kemudian dikompetisikan. Tanpa diduga, ternyata karyanya menjadi pemenang.

the future di smkn 48

Karenanya, menurut dia, keyakinan merupakan di luar cita-cita yang disadari bisa menjadi pendorong kita untuk berkarya dan lebih berarti di masa depan.

"Saya juga ada keinginan waktu itu, ternyata tidak seperti yang saya pikirkan. Malah keluar dari keinginan saya yang tadinya tidak sadar dari kecil," ujarnya di hadapan siswa Kelas XII SMK Negeri 48 Jaktim.

Kemenangan pertama saat mengikuti kompetisi mendorongnya mengikuti berbagai ajang kejuaraan lainnya. Alhasil, selalu keluar sebagai juara.

"Terus, banyak sekali piagam-piagam yang saya dapatkan. Ternyata, itu loh, baru sadar, bahwa saya itu ada di situ sebenarnya bakat saya," bebernya.

Berdasarkan pengalaman manis tersebut, sejak 1995 dia fokus menjadi desainer. Terhitung hingga kini, Ian sering membuat pertunjukan busana (fashion show). Tak jarang didukung pemerintah daerah, karena sebagian karyanya mengusung kearifan lokal.

"Semuanya favorit, karena produk Indonesia kaya banget. Yang jadi anak emasku adalah semuanya anak emas. Kalau saya punya satu anak emas, yang lain pasti akan terbengkalai," urainya.

Meski karirnya mulus, tak berarti Ian tidak menemui masalah. Salah satu dukanya dalam menjalani karir sebagai desainer ialah kediamannya kebakaran. Banyak karyanya yang ludes terbakar.

"Tapi, lepas dari situ semuanya, suka-sukanya lebih cepat terealisasikan," ungkapnya.

Ian pun mengajak siswa SMK Negeri 48 Jaktim untuk merencanakan masa depan sedari dini. Caranya, jangan pernah memetakan perasaan, keinginan, kita menjadi terbaik. Kemudian, tanggung jawab dengan pilihan sendiri.

Dia mendorong demikian, lantaran melihat siswa XII SMK Negeri 48 Jaktim sangat luar biasa dan memiliki potensi untuk dikembangkan.

"Kita tidak tahu dalam waktu 10, 20 tahun ke depan, mereka ada yang jadi menteri dan lain-lain," katanya.

Mereka pun disarankan Ian harus pintar dalam bergaul. Sebab, anak muda zaman sekarang cenderung tak senang dengan temannya. Bahkan, kadang clash dengan orang tua.

"Jangan salah memilih lingkungan," usulnya.

Di sisi lain, Ian menilai, The Future Talks merupakan kegiatan penting, lantaran memotivasi para remaja menjadi lebih baik.

"Dan Insya Allah, apa yang dibuat ini, dapat menelurkan remaja-remaja berpotensi lagi," harapnya.

Pernyataan senada dilontarkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 48 Jaktim, Umi Haniah. Katanya, pihak sekolah bersyukur, karena siswa-siswanya diberikan kesempatan untuk diberikan motivasi dan ilmu oleh pembicara yang berpengalaman.

"Walaupun narasumbernya tidak secara langsung dengan kompetensi keahlian yang diajar-ajarkan kepada anak-anak kami. Tapi, tentunya apa yang yang disampaikan narasumber tadi membutuhkan apa yang dimiliki yang diajarkan oleh anak-anak kami," kata dia.

Diharapkan melalui kegiatan tersebut, para siswa termotivasi. Soalnya, cara apapun pasti akan menggerakkan seseorang ketika termotivasi dan memiliki semangat. Melalui acara itu, diharapkan pula memperkuat upaya-upaya yang telah dilakukan sekolah, seperti bimbingan karier tentang dunia industri yang ada.

"Kebetulan kita SMK Negeri ada kesempatan anak untuk magang di dunia industri. Kita berikan kesempatan bagi anak, seperti apa sih dunia luar dan dibutuhkan di dunia luar itu. Kita mencoba untuk menyinkronkan," ujarnya.

Di sisi lain, siswa SMK Negeri 48 memiliki segudang prestasi, baik akademik maupun non-akademik. Misalnya, rutin mengikuti lomba keterampilan kompetensi siswa tingkat Jaktim dan Jakarta.

"Selalu masuk setiap tahunnya," ucap dia.

Bahkan, siswa SMK Negeri 48 Jaktim berkesempatan terbang ke Negeri Sakura setelah berhasil keluar sebagai juara film terbaik yang digelar Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia. (mdk/hrs)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP