Terungkap Motif Prajurit TNI di Deli Serdang Bunuh Istri Pakai Sangkur, Ternyata Sudah Dua Bulan Tak Serumah
Pembunuhan itu terjadi di rumah TDA, Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (23/7) kemarin.
TNI mengungkap motif pembunuhan dilakukan anggota TNI Angkatan Darat berpangkat Sersan Mayor (Serma), TDA, terhadap istrinya berinisial AGY. Korban tewas bersimbah darah usai ditikam menggunakan sangkur milik TDA.
Pembunuhan itu terjadi di rumah TDA, Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (23/7) kemarin. Pembunuhan itu dipicu masalah ekonomi dan hubungan yang kurang harmonis.
"Motif awal yang kami terima permasalahan ekonomi. Saat ini masih pendalaman oleh Pomdam I/Bukit Barisan,” kata Kepala Penerangan Kodam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, Jumat (25/7).
Serma TDA diketahui menikahi AGY pada tahun 2011. Namun, hubungan keduanya terlihat renggang sejak tahun 2013. Asrul mengatakan dalam dua bulan terakhir keduanya tak lagi serumah.
"Sejak 2013 sudah banyak cekcok, kurang harmonis dalam rumah tangga. Dua bulan terakhir pisah ranjang, sampai sekarang motifnya ekonomi," ucap Asrul.
Kemudian, Asrul menyatakan penyelidikan masih dilakukan oleh Pomdam I/Bukit Barisan terkait isu yang menuding Serma TDA gemar bermain judi online.
“Ini (soal judi online) masih pendalaman Pomdam, karena informasi harus didapatkan bersangkutan,” ujar dia.
Kendati demikian, Kodam I/Bukit Barisan menegaskan Serma TDA tidak pernah melakukan pelanggaran selama berdinas di Detasemen Markas Kodam I Bukit Barisan.
"Tidak ada pelanggaran dan catatan. Orangnya dinas baik di sini,” ujar Asrul.
Kronologi
TNI mengungkap kronologi prajurit Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan berinisial Sersan Mayor TDA menikam istrinya AGY hingga tewas. AGY tewas bersimbah darah usai ditikam TDA di rumahnya, Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (23/7) kemarin.
"Menurut keterangan saksi sekitar, mereka mendengar teriakan dari rumah pelaku. Namun, saksi berdatangan, di situ (korban) sudah bersimbah darah," kata Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, Kol Inf Asrul Kurniawan Harahap, Jumat (25/7).
Asrul menjelaskan, korban sempat dibawa oleh warga sekitar ke Rumah Sakit Latersia. Kemudian korban dirujuk untuk dibawa ke Rumah Sakit Djoelham Kota Binjai. Nahas, nyawa korban tak dapat diselamatkan.
"Nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia. Ada beberapa tusukan yaitu di lengan, leher, kening, dan bagian dada,” ujar Asrul.
Usai menikam istrinya menggunakan sangkur, TAD langsung melarikan diri. Lalu, TAD ditangkap tim gabungan TNI di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (24/7).
"Pelaku mencoba melarikan diri ke Bandara Kualanamu. Kami tidak tahu tujuannya akan ke mana,” kata Asrul.
Saat ini pelaku sedang menjalani pemeriksaan di Pomdam I Bukit Barisan. Serma TAD diketahui berdinas di Detasemen Markas Kodam I Bukit Barisan.