Terlalu Cepat Dinyatakan ODP Corona, Pasien Sakit Asma di Kaltim Pilih Kabur

Kamis, 26 Maret 2020 19:21 Reporter : Saud Rosadi
Terlalu Cepat Dinyatakan ODP Corona, Pasien Sakit Asma di Kaltim Pilih Kabur Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak. Istimewa

Merdeka.com - Seorang pasien yang mengeluh sakit asma kabur dari puskesmas karena dinyatakan sebagai orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) corona. Pasien tersebut seorang laki-laki usia 60 tahun warga Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Dia kabur dari tempat pelayanan medis di Samboja pada Selasa (24/3), dan diamankan di Balikpapan, Rabu (25/3).

Dinas Kesehatan Kaltim menyatakan, penetapan seseorang masuk ODP, mesti melalui skrining yang jelas. Sebab, penetapan ODP umumnya berdasarkan laporan warga, lalu digali lebih lanjut oleh petugas.

"Di beberapa daerah kami temukan, mohon maaf, ada yang masih belum tepat mendefinisikan ODP atau tidak. Kasus itu menimbulkan stigma, dan viral di Samboja. Ini karena terlalu cepat disimpulkan sebagai ODP, bahkan PDP," kata Plt Kadinkes Kaltim Andi M Ishak, Kamis (26/3).

Diketahui, pasien bersangkutan bahkan tidak pernah melakukan perjalanan kemanapun. "Hanya batuk pilek. Periksa di Puskesmas, oh ini ODP, dan masyarakat di sekitarnya jadi takut," terang Ishak.

"Karena dinyatakan ODP, dari laporan Samboja, yang bersangkutan izin buang air dan habis itu menghilang, dan ditemukan di Balikpapan," ungkap Ishak.

Setelah belum jelasnya informasi terbaru dari Samboja, dan berkembang kabar pasien itu masuk PDP, maka di Balikpapan memberlakukan protap yang bersangkutan sebagai PDP. "Jadi itu sebenarnya bukan ODP, maupun PDP. Oleh RSUD Kanujoso Halikpapan, hanya ISPA biasa," sebut Ishak.

"Tidak ada riwayat perjalanan, dan kontak siapapun. Dipastikan yang bersangkutan, penderita biasa. Tapi, stigma berkembang yang bersangkutan dijauhi warga sekitar. Jangan sampai ada kesan, pasien PDP berkeliaran," demikian Ishak.

Dalam kesempatan itu, Ishak juga menerangkan, hari ini terjadi penambahan 157 ODP di Kaltim. Dengan begitu, masih ada 1.494 warga Kaltim masih dalam pemantauan. Sedangkan untuk PDP, bertambah 1 orang di Kukar. Sehingga total PDP menjadi 65 kasus, dan 23 di antaranya menunggu hasil laboratorium.

"Untuk pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim tetap 11 orang," demikian Ishak. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini