Terkuak! 104 Ribu UMKM Sektor Perumahan Kini Lebih Mudah Akses Pembiayaan, Ini Rahasianya!

Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi UMKM Sektor Perumahan untuk mendapatkan akses pembiayaan melalui program Bislaf. Temukan bagaimana inisiatif ini membuka peluang besar bagi ribuan UMKM!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Terkuak! 104 Ribu UMKM Sektor Perumahan Kini Lebih Mudah Akses Pembiayaan, Ini Rahasianya!
Kementerian Koperasi dan UKM memfasilitasi akses Pembiayaan UMKM Perumahan melalui Program Bisnis Layak Funding (Bislaf). Inisiatif ini menjembatani kebutuhan modal UMKM dengan peluang pendanaan, sekaligus mendukung target 3 juta rumah. (Merdeka.com)

Kementerian Koperasi dan UKM mengambil langkah proaktif dalam memfasilitasi akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor perumahan. Inisiatif ini diwujudkan melalui program inovatif bernama Funding-Worthy Businesses (Bislaf), yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan finansial UMKM dengan peluang pendanaan dari berbagai sumber.

Langkah strategis ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kapasitas bisnis UMKM, tetapi juga mendukung penuh program pemerintah dalam pembangunan tiga juta rumah. Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian Koperasi dan UKM, Temmy Satya Permana, menekankan peran sentral UMKM dalam konstruksi perumahan nasional.

Melalui acara Bislaf Intimate Business Matching yang diselenggarakan di Bogor, Jawa Barat, pada hari Kamis (12/9), kementerian berupaya menciptakan ekosistem yang memungkinkan UMKM berpartisipasi aktif. Program ini diharapkan dapat mengatasi tantangan utama yang dihadapi UMKM, terutama dalam hal akses pembiayaan.

UMKM memiliki kontribusi yang sangat signifikan dalam ekosistem perumahan di Indonesia. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa terdapat sekitar 104 ribu UMKM yang beroperasi di sektor ini, dengan 35 ribu di antaranya bergerak di bidang jasa konstruksi.

Selain itu, hampir 70 ribu UMKM lainnya berperan sebagai penyedia bahan bangunan, menunjukkan betapa luasnya jangkauan dan dampak mereka. "Kami berupaya mewujudkan ekosistem yang dapat meningkatkan kapasitas bisnis mereka," ujar Temmy Satya Permana.

Peningkatan kapasitas ini penting agar UMKM sektor perumahan siap berpartisipasi dalam proyek pembangunan tiga juta rumah. Namun, meskipun memiliki potensi besar, UMKM ini masih menghadapi kendala serius, terutama dalam mengakses sumber pembiayaan yang memadai.

Tantangan akses pembiayaan inilah yang menjadi fokus utama pemerintah melalui berbagai program, termasuk Bislaf. Dengan dukungan finansial yang tepat, UMKM dapat tumbuh dan berkontribusi lebih optimal pada pembangunan infrastruktur perumahan.

Program Bislaf dirancang sebagai solusi konkret untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan UMKM dengan berbagai peluang pendanaan yang tersedia. Ini mencakup akses dari lembaga keuangan, investor, hingga program-program pemerintah yang relevan.

Pemerintah telah menyiapkan beragam kebijakan pendukung untuk memperkuat akses pembiayaan UMKM di sektor perumahan. Salah satunya adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dialokasikan untuk 350 ribu rumah subsidi.

Selain itu, terdapat juga Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar 38 ribu rumah, serta insentif pajak berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP). Dukungan ini menunjukkan komitmen serius pemerintah.

Tak hanya itu, alokasi kredit untuk program perumahan juga mencapai angka fantastis, yakni Rp130 triliun (sekitar US$7,9 miliar) dengan bunga bersubsidi. Semua fasilitas ini diharapkan dapat meringankan beban UMKM dan mempercepat pembangunan perumahan.

Asisten Deputi Pembiayaan dan Investasi Usaha Kecil, Ali Manshur, menjelaskan bahwa acara Intimate Business Matching ini merupakan puncak dari serangkaian kegiatan bootcamp. Kegiatan intensif ini telah diselenggarakan sejak bulan Juni 2025, membekali UMKM dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan.

Dalam acara puncak tersebut, sebanyak 16 UMKM terpilih diberikan kesempatan untuk melakukan pitching di hadapan lembaga pembiayaan dan investor. Mereka juga mendapatkan sesi mentoring khusus dalam penyusunan pitch deck yang efektif.

Selain itu, sesi one-on-one dengan lembaga pembiayaan juga diadakan, memungkinkan UMKM untuk berinteraksi langsung dan mendiskusikan potensi kerja sama. Ini adalah kesempatan emas bagi UMKM untuk mempresentasikan rencana bisnis mereka secara personal.

Ali Manshur berharap bahwa acara ini dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas perencanaan bisnis mereka dan membuka pintu akses pembiayaan yang lebih luas. Dengan demikian, pertumbuhan bisnis UMKM di sektor perumahan dapat terakselerasi secara signifikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi