Tenggelam di Bengawan Solo, 3 dari 7 santri ditemukan tewas
Merdeka.com - Pencarian tujuh dari 25 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Langitan, Tuban, Jawa Timur yang tenggelam di Sungai Bengawan Solo, Jumat (7/10) kemarin, membuahkan hasil. Tiga santri berhasil ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Upaya pencarian korban, dilakukan Tim SAR bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas dan pihak kepolisian dibantu warga.
"Ketiganya sudah ditemukan. Mereka ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kini masih ada sisa empat orang lagi yang belum ditemukan," terang Kepala BPBD Jawa Timur, Sudarmawan, Sabtu (8/10).
Ditanya soal lokasi ditemukannya ketiga korban, Sudarmawan mengaku belum mengetahui secara pasti. Hanya saja, saat ini ketiga jenazah santri Langitan tersebut sudah dibawa ke Puskesmas setempat untuk keperluan identifikasi Tim DVI Polda Jawa Timur.
"Satu jenazah dibawa petugas ke Puskesmas Widang 1, Tuban dan dua lainnya dibawa ke Puskesmas Babat, Lamongan," katanya.
Sementara untuk empat korban yang belum ditemukan, Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di lokasi tenggelamnya para santri Langitan tersebut.
Seperti diketahui, Jumat kemarin, sekitar pukul 09.00 WIB, 25 santri Ponpes Langitan, Tuban dikabarkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo.
Saat kejadian nahas itu, ke 25 santri tersebut hendak ke Pasar Babat, Lamongan dengan menyeberang Sungai Bengawan Solo menggunakan perahu. Namun, perahu yang mereka tumpangi oleng dan tenggelam, diduga karena kelebihan beban.
17 orang berhasil ditemukan dengan selamat. Kemudian menyusul satu orang berhasil ditemukan. Sehingga sisa tujuh orang yang belum ditemukan. Dan sore tadi, informasinya tiga orang ditemukan, empat lainnya masih dalam pencarian Tim SAR.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya