152 Pelajar CLC Sabah Berkompetisi dalam Ajang Pencarian Bakat Parat Ikat 2026

Sebanyak 152 pelajar Indonesia di Community Learning Centre (CLC) Sabah mengikuti ajang pencarian bakat Parat Ikat 2026 untuk mengasah prestasi dan daya saing mereka.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
152 Pelajar CLC Sabah Berkompetisi dalam Ajang Pencarian Bakat Parat Ikat 2026
Sebanyak 152 pelajar Indonesia di Community Learning Centre (CLC) Sabah mengikuti ajang pencarian bakat Parat Ikat 2026 untuk mengasah prestasi dan daya saing mereka. (AntaraNews)

Kuala Lumpur, Merdeka.com – Sebanyak 152 pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Community Learning Centre (CLC) wilayah Pantai Barat, Sabah, Malaysia, turut serta dalam ajang pencarian bakat. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan prestasi serta mengasah kemampuan para siswa di luar negeri.

Ajang bertajuk Pantai Barat Mencari Bakat (Parat Ikat) 2026 ini terselenggara atas kolaborasi pusat belajar (LC) di Kota Kinabalu dan Komunitas Guru Gugus Pantai Barat. Lomba ini diikuti oleh pelajar CLC jenjang SMP dari delapan pusat belajar yang tersebar di sepanjang wilayah Pantai Barat Sabah.

Pembukaan lomba berlangsung meriah di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), Sabah, Malaysia, pada Sabtu (1/8). Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka.

Tujuan dan Semangat Parat Ikat

Gunawang, Ketua Panitia Parat Ikat, menjelaskan bahwa acara ini adalah platform penting untuk menyalurkan bakat para pelajar CLC. "Parat Ikat ini diselenggarakan sebagai wadah bakat para pelajar CLC," ujarnya saat pembukaan lomba di Sabah, Malaysia, Sabtu (1/8), sebagaimana siaran pers yang diterima ANTARA di Kuala Lumpur, Minggu.

Agus Wahyudi, Koordinator Penghubung CLC wilayah kerja Kota Kinabalu, bersama Romi Rullyandi, Ketua Komunitas Guru Gugus Pantai Barat, menegaskan bahwa Parat Ikat membuktikan kemampuan pelajar. Mereka menyampaikan kegiatan Parat Ikat ini sebagai pembuktian bahwa pelajar CLC juga mampu berkompetisi, berdaya saing, serta berprestasi.

Community Learning Centre (CLC) sendiri merupakan fasilitas pendidikan krusial bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI). Layanan ini secara khusus melayani anak-anak PMI pekerja ladang di wilayah Sabah dan Sarawak, memastikan mereka tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Beragam Kategori Lomba dan Partisipasi CLC

Ajang Parat Ikat 2026 mempertandingkan berbagai mata lomba yang terbagi dalam empat kategori utama. Kategori ini dirancang untuk mencakup spektrum bakat yang luas dari para pelajar.

Kategori yang pertama yakni olahraga yang mempertandingkan lomba futsal, badminton ganda campuran, serta catur. Sementara itu, kategori kedua yaitu akademik menguji kemampuan intelektual melalui olimpiade IPA dan olimpiade matematika.

Bidang seni juga mendapat porsi penting dengan kategori ketiga yang dilombakan melukis, menyanyi solo, serta tari kreasi berpasangan. Terakhir, kategori keempat adalah keterampilan yang mengasah kemampuan praktis melalui story telling bahasa Inggris serta tata boga.

Delapan CLC jenjang SMP yang berpartisipasi termasuk CLC St.Thomas, CLC Anak Bangsa, CLC Hanim, CLC Cerdas, CLC Grace Centre, CLC Lentera, CLC Tunas Harapan Bangsa, serta perwakilan dari Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK). Setiap sekolah mengirimkan 19 peserta kontingen, yang terdiri dari 8 peserta futsal, 2 peserta badminton ganda campuran, 2 peserta tari berpasangan, serta cabang lomba lainnya masing-masing 1 peserta.

Apresiasi dan Motivasi Prestasi

Para juara Parat Ikat di setiap cabang lomba menerima apresiasi berupa medali dan sertifikat penghargaan. Selain itu, mereka juga berkesempatan untuk mengikuti Apresiasi Kreasi Seni dan Olahraga (APKRES) yang diselenggarakan oleh Sekolah Indonesia Kota Kinabalu.

Kesempatan ini memungkinkan para juara untuk menjadi delegasi dari LC Kota Kinabalu di ajang yang lebih tinggi. Hal ini diharapkan dapat memacu semangat mereka untuk terus mengembangkan bakat dan kemampuan.

Pada gelaran tahun ini, CLC Tunas Harapan Bangsa berhasil meraih gelar juara umum. Mereka mengumpulkan total 3 medali emas, 1 perak, dan 2 perunggu, menunjukkan dominasi dalam berbagai kategori.

Singgih Ade Triawan, guru pendamping dari CLC Tunas Harapan Bangsa, menyatakan harapannya. Ia menyampaikan bahwa "hasil juara ini bisa menjadi motivasi bagi siswa siswa di CLC Tunas Harapan Bangsa khususnya, dan bagi siswa siswi CLC di Gugus Pantai Barat pada umumnya untuk dapat lebih berprestasi lagi."

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi