Tari Legong Keraton sebagai warisan dunia tak benda UNESCO
Merdeka.com - Tari Legong Keraton Kota Denpasar meraih pengakuan dari UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia tak benda. Pengakuan itu diberikan UNESCO lewat penyematan penghargaan bertema Three Genne of Traditional Dance In Bali.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid menuturkan, penetapan itu merupakan salah satu bukti bahwa kebudayaan tidak lagi bisa dipandang hanya sebagai dekorasi sebuah pembangunan. Kebudayaan, ia melanjutkan, bukan lagi hanya sebagai pelengkap dalam sebuah acara.
"Melainkan sekarang ini sebuah pembangunan itu memang untuk meningkatkan taraf kebudayaan dari manusia, dalam hal ini masyarakat itu sendiri," kata Hilmar di Lobby Gedung Graha Sewaka Dharma Lumintang, Minggu (12/6).
Menurut dia, tak banyak daerah di Indonesia yang menempatkan kebudayaan dalam dinas tersendiri. Ia berharap hal ini bisa diikuti oleh daerah-daerah lain.
"Sebagai contoh Kota Denpasar ini bisa di garis depan mewartakan kepada masyarakat Indonesia akan arti penting sebuah kebudayaan," ungkap Hilmar.
Sementara Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengucapkan terima kasih atas perjuangan kementerian atas hal tersebut. Katanya, selama ini Kota Denpasar selalu mengedepankan budaya sebagai detak jantungnya.
"Di mana nafas budayalah yang membuat Denpasar bisa seperti sekarang ini," tegas dia.
Ia pun berjanji akan lebih menghargai budayawan dan seniman Kota Denpasar. Sehingga, kata dia, kebudayaan mampu untuk terus dikembangkan, dilestarikan dan diintrepretasikan dengan baik dari budayawan untuk dikembangkan.
"Perlu juga diinteraksikan adaptasi kita atas keadaan yang ada sekarang ini, sehingga hasilnya ini berdampak kepada ekonomi dan sosial. Terutama kepada para seniman dan budayawan kita untuk mereka itu terus berkarya dan berkembang dengan identitas yang kita miliki," Tutup Rai Mantra.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya