Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan target ambisius terkait peningkatan jumlah penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) di masa mendatang. Saat ini, program beasiswa pendidikan tinggi ini telah menjangkau ribuan mahasiswa di ibu kota. Pernyataan ini disampaikan Pramono dalam sebuah acara di Jakarta pada Sabtu lalu.
Penambahan kuota ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Jakarta. Fokus utama adalah memastikan bahwa setiap anak Jakarta yang memiliki potensi dan kebutuhan finansial dapat mengenyam pendidikan tinggi tanpa hambatan. Program KJMU menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.
Pramono Anung menekankan bahwa KJMU tidak hanya terbatas pada jenjang sarjana strata satu (S1) saja. Program ini juga terbuka bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di jenjang sarjana strata dua (S2) dan strata tiga (S3) atau doktor. Ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Pramono Anung mengungkapkan bahwa saat ini, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul telah berhasil dibagikan kepada 16.979 mahasiswa di Jakarta yang sedang menjalani pendidikan tinggi. Angka ini, menurutnya, masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Target penambahan penerima KJMU menjadi prioritas untuk tahun-tahun mendatang.
Ia menegaskan bahwa program KJMU ini tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa sarjana strata satu (S1) saja. Mahasiswa di jenjang sarjana strata dua (S2) dan strata tiga (S3) atau doktor juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan ini. Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Jakarta.
Menurut Pramono, jumlah penerima saat ini memang belum banyak, namun ke depan akan terus ditingkatkan. Anak-anak Jakarta yang menerima KJMU dan memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.0, serta menjalani pendidikan dengan baik, akan didorong untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Mahasiswa S1 yang berprestasi otomatis dapat melanjutkan ke tingkat S2 hingga S3.
Advertisement
Ajakan pun disampaikan kepada seluruh warga DKI Jakarta yang memang membutuhkan bantuan untuk pendidikan tinggi. Mereka didorong untuk segera mengajukan diri sebagai penerima KJMU agar dapat memperoleh bantuan biaya pendidikan yang sangat dibutuhkan. Ini adalah kesempatan emas untuk meraih pendidikan impian.
Advertisement
Selain fokus pada peningkatan jumlah dan jenjang pendidikan, Gubernur Pramono Anung juga memiliki visi yang lebih besar untuk program KJMU. Ia secara khusus meminta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk menyiapkan skema KJMU yang menyerupai beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Inisiatif ini bertujuan untuk membuka cakrawala baru bagi mahasiswa Jakarta.
Dengan skema yang mirip LPDP, diharapkan anak-anak Jakarta nantinya dapat mengenyam pendidikan di luar negeri. Ini merupakan langkah progresif yang akan memberikan pengalaman global dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia ibu kota. Kesempatan ini akan sangat berharga bagi mereka yang memiliki impian untuk studi di kancah internasional.
Pramono menegaskan komitmennya untuk mendukung mahasiswa yang berprestasi dan memiliki keinginan untuk studi di luar negeri. "Bagi yang ingin sekolah di luar negeri akan kami beri kesempatan," kata Pramono. Pernyataan ini menjadi angin segar bagi ribuan mahasiswa yang bercita-cita menimba ilmu di universitas-universitas terkemuka dunia.
Advertisement
Pengembangan skema ini juga menjadi bukti bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak hanya berorientasi pada pendidikan lokal, tetapi juga global. Melalui KJMU, diharapkan akan lahir generasi-generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional dan membawa nama baik Jakarta. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan kota.
Sumber: AntaraNews