Target Olimpiade 2032: FGI Siapkan Pelatihan Jangka Panjang untuk Dongkrak Prestasi Senam Indonesia, Pelatih Asing Jadi Kunci?

Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) merancang pelatihan jangka panjang demi meningkatkan Prestasi Senam Indonesia, menargetkan partisipasi di Olimpiade 2028 dan persaingan di 2032.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Target Olimpiade 2032: FGI Siapkan Pelatihan Jangka Panjang untuk Dongkrak Prestasi Senam Indonesia, Pelatih Asing Jadi Kunci?
Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) merancang pelatihan jangka panjang demi meningkatkan Prestasi Senam Indonesia, menargetkan partisipasi di Olimpiade 2028 dan persaingan di 2032. (AntaraNews)

Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) mengambil langkah strategis dengan merancang program pelatihan nasional jangka panjang. Inisiatif ini bertujuan untuk secara signifikan mendongkrak Prestasi Senam Indonesia di kancah internasional, menyusul ketertinggalan dari negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Ketua Umum FGI, Ita Juliati, mengumumkan rencana ambisius ini usai penutupan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan atlet senam di masa depan.

Langkah ini diambil setelah melihat Filipina melalui Carlos Yulo dan Amanda Yap asal Singapura berhasil meloloskan atletnya ke putaran final Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025, sementara Indonesia belum mampu mencapai tahap tersebut. FGI berkomitmen untuk memaksimalkan fasilitas yang ada serta mendatangkan pelatih asing sebagai bagian dari strategi ini.

Strategi Jangka Panjang FGI untuk Dongkrak Prestasi Senam Indonesia

Ita Juliati menegaskan bahwa pendekatan pelatihan akan diubah secara fundamental, dari yang sebelumnya bersifat jangka pendek menjadi program jangka panjang total. "Jadi kita tidak mau lagi, kita kemarin kan ke Jepang sebulan setengah, ke Rusia sebulan dan segala macam. Jadi kita inginnya sekarang jangka panjang total," ujar Ita Juliati.

Perubahan ini didasari oleh evaluasi bahwa program singkat tidak cukup efektif untuk membangun performa atlet secara berkelanjutan. Dengan fokus pada pembinaan yang lebih intensif dan terstruktur, FGI berharap dapat menciptakan pesenam-pesenam yang memiliki daya saing global.

Untuk mendukung program ini, FGI akan memaksimalkan penggunaan Cibubur Youth Elite Center (CYTE) sebagai pusat pelatihan. Selain itu, peralatan senam yang sebelumnya digunakan pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 juga akan dihibahkan dan dimanfaatkan secara optimal untuk latihan para atlet.

Fasilitas-fasilitas tersebut tidak hanya akan digunakan untuk pelatihan, tetapi juga untuk menyelenggarakan berbagai Kejuaraan Nasional. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kompetisi yang lebih banyak bagi atlet muda dan membantu mengidentifikasi talenta-talenta baru.

Peran Pelatih Asing dan Target Ambisius Olimpiade

Salah satu elemen kunci dalam strategi FGI adalah mendatangkan pelatih asing untuk membimbing para atlet. Menurut Ita Juliati, keberadaan pelatih asing terbukti menjadi faktor penentu keberhasilan pembinaan senam di negara-negara tetangga seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Pengalaman dan metodologi pelatihan dari pelatih internasional diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas teknik dan fisik pesenam Indonesia. Ini merupakan investasi penting untuk mencapai standar kompetisi kelas dunia.

Dengan persiapan yang matang dan terencana, FGI berani memasang target tinggi untuk cabang olahraga senam. Ita Juliati menargetkan agar atlet senam Indonesia dapat mengirimkan perwakilan untuk berkompetisi di Olimpiade 2028 di Los Angeles.

Lebih jauh lagi, target ambisius FGI adalah agar atlet senam Indonesia tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mampu bersaing secara signifikan di Olimpiade 2032. "Tapi 2028 kami targetnya adalah kita lolos di (Olimpiade) LA. 2032 kita cenderung paling tidak dapat bersaing," tegas Ita Juliati.

Pada Olimpiade Paris 2024, Indonesia telah mencatat sejarah dengan mengirimkan Rifda Irfanaluthfi. Rifda menjadi atlet senam artistik Indonesia pertama yang berhasil lolos dan berkompetisi di ajang olahraga terbesar di dunia tersebut, memberikan inspirasi bagi generasi pesenam berikutnya.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi