Tanggul jebol, jembatan Soeharto di Banyumas terancam ambrol
Merdeka.com - Jembatan Soeharto yang membentang sepanjang 225 meter di perbatasan kecamatan Rawalo dan Kebasen Banyumas Jawa Tengah terancam. Hal ini dikarenakan pengaman arus alias ground sill jembatan tersebut telah jebol sepanjang 30 meter.
Kepala Seksi Pengendalian dan Daya Guna (Dalguna) Balai Pengelola Sumberdaya Air (BPSDA) Serayu Citanduy, Arief Sugiarto mengatakan jebolnya ground sill tersebut akibat derasnya arus Sungai Serayu. "Jebolnya pengaman jembatan berada di tengah-tengah jembatan. Awalnya hanya beberapa meter, kemudian karena tergerus arus jadi memanjang," kata Arief, Selasa (29/10).
Data dari BPSDA Serayu-Citanduy menyebutkan limpasan air dari Bendung Gerak Serayu (BGS) Rawalo saat ini mencapai 384,9 meter kubik per detik. Debit air tersebut dinilai cukup tinggi hingga menjebol ground sill jembatan Soeharto tersebut.
Menurut Arief, jika tidak segera diperbaiki, keberadaan Jembatan Soeharto yang saat ini menghubungkan jalur nasional Bandung-Yogyakarta melalui wilayah selatan bisa terancam. Kejadian ini mengingatkan peristiwa ambruknya Jembatan Soekarno tahun 2011 silam. Jembatan Soekarno yang usianya jauh lebih tua dari Jembatan Soeharto ambruk akibat kuatnya arus air bawah.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina Marga Jateng wilayah Banyumas Rudi Hartono mengungkapkan perbaikan akan bisa dilakukan saat arus tidak terlalu deras.
"Pembuatan ground sill tersebut dimulai pada 2011 lalu dengan anggaran Rp 10 miliar. Kemudian dilanjutkan pada 2012 dengan alokasi Rp 4 miliar dan pada 2013 dianggarkan Rp 6,4 miliar. Perbaikan bakal segera dilakukan, namun perlu menunggu arus Sungai Serayu tidak terlalu deras," katanya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya