Siswa di sekolah swasta Pondok Pesantren Sabillul Jannah Timbulun, Nagari Aurduri, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan mogok belajar hari ini, Senin 5 Maret 2018. Informasi yang didapat merdeka.com, mereka mogol belajar karena ada pergantian pimpinan di sekolah dari pihak yayasan.
"Kondisinya seperti itu, karena kami dari sebagian siswa tidak menyetujui pilihan pimpinan sekolah dari yayasan. Untuk itu kami memilih mogok dan tidak masuk sekolah sampai permintaan kami dipenuhi yayasan," sebut salah seorang murid saat berbincang dengan merdeka.com.
Ia menjelaskan, kisruh tentang keputusan yayasan dalam memilih pimpinan baru sekolah sudah terjadi sejak Kamis 1 Meret lalu. Ketika itu, siswa telah melakukan unjukrasa dan menyatakan penolakan terhadap putusan dari yayasan.
"Taunya begitu, salah satunya kami menginginkan pimpinan sekolah harus laki-laki. Jadi, yang dipilih yayasan perempuan dan itu didatangkannya dari luar pesantren juga," terangnya.
Siswa berharap keinginan mereka juga didengar pihak yayasan. Mereka ingin pimpinan Ponpes sesuai dengan tradisi yang sudah berjalan lama di sekolah tersebut.
"Kalau bisa, yayasan harus mempertimbangkan juga apa yang diharapkan siswa. Sebab, untuk mendidik atau mengasuh harus disesuaikan dengan permintaan yang diasuhkan jangan sampai mengedepankan putusan yayasan saja," jelasnya.
Saat dikonfirmasi, Ketua Yayasan Ponpes Sabilul Jannah, Suardi Kamja, mengaku belum mengetahui kondisi sekolah tersebut. Sebab, pihaknya belum mendapat laporan.
"Belum tahu saya, apa kondisi siswa di sekolah. Dan belum mendapat laporan, nanti kami cari tahu," terangnya.