Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak direstui keluarga, Mbah Sutarto nekat topo pendem

Tak direstui keluarga, Mbah Sutarto nekat topo pendem Sutarto nekat kubur diri. ©2014 merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Sutarto (55), warga Kebaksari, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah, nekat mengubur diri selama 5 hari di pekarangan rumahnya. Aksi yang dia sebut sebagai topo ngluweng atau topo pendem tersebut dilakukan untuk mendoakan anak cucunya.

Niat Sutarto untuk melakukan ritual tak semestinya tersebut sebenarnya mendapatkan tentangan dari anak serta keluarga lainnya. Salah satu kerabat dekat yang pada awalnya menentang adalah Pujo Suwarno.

"Sebenarnya kami tidak setuju, tetapi keinginannya sangat kuat untuk mendoakan anak cucunya agar bahagia, sejahtera. Kami tidak bias menghalang-halanginya," ujar Pujo, saat ditemui di rumahnya, yang tak jauh dari kediaman Sutarto.

Menurut Pujo, Sutarto sangat menginginkan agar anak cucunya bahagia dunia akhirat. Sutarto, masih kata Pujo, dulu juga pernah melakukan ritual yang sama di pekarangan rumahnya. Pujo mengaku selalu mengecek kondisi saudaranya tersebut selama melakukan lelaku (ritual).

"Saya selalu cek kondisi dia, saya tak ingin terjadi apa-apa pada Sutarto. Saya biasa cek kondisi dia melalui pipa yang terhubung ke liang lahat," katanya.

Selama 5 hari bertapa, dia selalu memantau kondisi Sutarto. Namun saat keluar dari liang lahat, dia sempat kaget lantaran kondisi Sutarto terlihat bugar. Bahkan Sutarto nekat akan naik ke atas sendiri, namun karena takut jatuh dia bersama tetangga menolongnya.

Sebelumnya, Sutarto (55), warga Kebaksari, Desa Kebak, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah, nekat mengubur diri selama 5 hari di pekarangan rumahnya. Aksi yang ia sebut sebagai topo ngluweng atau topo pendem tersebut dilakukan untuk mendoakan anak cucunya .

"Saya ingin berdoa supaya anak dan cucu saya bisa hidup bahagia dan sejahtera," ujar Sutarto, saat ditemui wartawan, Rabu (10/12).

Ia membantah jika ada yang menganggapnya mencari ilmu hitam. Kakek 2 anak dan 3 cucu ini menuturkan dia sengaja menggali tanah layaknya kuburan sedalam 1,25 meter. Di dalam kuburan itu dilapisi papan sepanjang 1,5 meter yang ia gunakan untuk semedi. Sedangkan setengah meter bagian atas ditimbun tanah. Sementara di pinggir liang lahat dipasang sebuah pipa pralon untuk ventilasi dan mensuplai telur dan minuman.

"Saya mulai topo pendem Kamis (4/12/2014) malam usai Maghrib atau pada malam Jumat Pon, dan menyudahi pertapaannya pada Selasa (9/12) malam.

Pada awalnya, Sutarto akan melakukan topo hingga 8 hari 8 malam. Namun karena anak dan tetangga memintanya keluar pada hari kelima. "Saya diminta keluar, takutnya saya lemas di dalam," katanya.

Saat bertapa, Sunarto mengaku sempat digoda sejumlah makhluk halus seperti banaspati (bola api) hingga tengkorak berjalan. Ia juga mengaku sempat didatangi oleh Sunan Lawu. "Sunan Lawu datang dan berpakaian serba putih.Beliau bilang kalau saya nantinya dapat mengayomi desa ini (Desa Kebak), tinggal saya mau atau tidak," pungkasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP