Tak cuma pengadaan, KPK juga sasar korupsi perawatan mesin pesawat

Jumat, 3 Maret 2017 19:53 Reporter : Yunita Amalia
Tak cuma pengadaan, KPK juga sasar korupsi perawatan mesin pesawat Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelisik pihak lain yang turut menikmati uang suap atas pengadaan mesin pesawat Garuda Indonesia dari Rolls Royce. Selain itu, KPK juga menyoroti kemungkinan adanya dugaan korupsi lain selain proses pengadaan mesin.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, saat ini KPK memang masih berfokus terhadap suap atas pengadaan pesawat. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan pihaknya menelisik hal lain seperti perawatan mesin tersebut.

"Penanganan indikasi suap selain aliran dana kita juga melihat relasi dengan proses pengadaan. Itu akan diuraikan lebih lanjut apakah pengadaan barang atau bagaimana karena mesin itu berasal dari satu perusahaan tentu perawatan butuh biaya tertentu," jelas Febri, Jumat (3/3).

Seperti hari ini, KPK memanggil mantan Direktur GMF AeroAsia, Richard Budihadianto untuk dimintai keterangannya sebagai saksi. Sama seperti saksi saksi sebelumnya yang berasal dari Garuda Indonesia, penyidik meminta klarifikasi soal pengadaan mesin pesawat di maskapai pelat merah itu.

Selain Richard, penyidik KPK juga mengagendakan Setijo Wibowo selaku Vice President corporate planning PT Garuda Indonesia, untuk diperiksa sebagai saksi Emirsyah Satar.

Dalam perkara dugaan penerimaan suap dari Rolls Royce ada dua orang tersangka yang ditetapkan oleh KPK, yakni Emirsyah Satar selaku mantan Dirut Garuda Indonesia, dan Soetikno Soedarjo.

Emirsyah disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat 1 ke-1 KUHP. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini