Pemerintah Kota (Pemkot) Palu secara serius mengatur penataan kota dengan fokus pada aspek lingkungan dan ekonomi. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat posisi Palu sebagai representasi ibu kota Sulawesi Tengah yang modern dan berkelanjutan. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berlandaskan karakter kota jasa dan perdagangan.
Menurut Hadianto, sektor jasa dan perdagangan merupakan potensi utama yang terus dikembangkan di Kota Palu. Penataan ruang kota diarahkan untuk mengoptimalkan penguatan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Ruang-ruang kota yang tersedia dinilai sangat menunjang pengembangan ekonomi.
Oleh karena itu, seluruh pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Palu akan selalu berorientasi pada kedua sektor krusial tersebut. Tujuannya adalah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Inisiatif ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang signifikan.
Advertisement
Advertisement
Mengoptimalkan Potensi Jasa dan Perdagangan
Wali Kota Hadianto Rasyid menjelaskan bahwa pembangunan Kota Palu tidak dapat dilepaskan dari karakter dasarnya sebagai kota jasa dan perdagangan. Kedua sektor ini diidentifikasi sebagai potensi utama yang harus terus dikembangkan secara berkelanjutan. Penataan kota Palu akan selalu berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat.
“Pembangunan Kota Palu tidak bisa dilepaskan dari karakter dasarnya sebagai kota jasa dan perdagangan, sehingga penataan daerah ini dilakukan berbasis ekonomi,” kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, Jumat. Menurut dia, kedua sektor tersebut merupakan potensi utama yang terus dikembangkan, melalui penataan ruang kota yang berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat.
Ruang-ruang kota yang ada di Palu dinilai sangat mendukung untuk pengembangan ekonomi. Hal ini memungkinkan keterlibatan aktif masyarakat sebagai pelaku utama dalam roda perekonomian. Dengan demikian, setiap kebijakan pembangunan akan diarahkan untuk memaksimalkan potensi tersebut demi kesejahteraan warga.
Advertisement
Orientasi pembangunan yang kuat pada sektor jasa dan perdagangan ini diharapkan mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif. Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk membuka lebih banyak lapangan kerja bagi penduduk lokal. Pemkot Palu berkomitmen untuk menjadikan kota ini pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tengah.
Advertisement
Revitalisasi Kawasan Strategis untuk Ekonomi Baru
Salah satu langkah konkret dalam penataan kota berbasis ekonomi adalah perencanaan revitalisasi kawasan Teluk Palu. Proyek ini sedang dalam proses dan akan dimanfaatkan sebagai ruang ekonomi baru yang menjanjikan. Diharapkan, revitalisasi ini dapat memicu aktivitas perekonomian daerah secara signifikan.
Selain Teluk Palu, Pemkot juga tengah mempersiapkan revitalisasi sejumlah pasar tradisional. Pasar Tavanjuka saat ini sedang dalam proses pengerjaan, menunjukkan komitmen pemerintah. Sementara itu, Pasar Inpres Manonda direncanakan akan mulai dikerjakan pada tahun 2026 mendatang.
“Paling tidak, perencanaan terkait penguatan terhadap kawasan diharapkan mampu mendorong Palu menjadi kota yang mampu memanfaatkan ruang-ruang potensial untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Hadianto. Pemanfaatan ini akan sepenuhnya ditujukan bagi kepentingan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Penguatan UMKM dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Tidak hanya penataan infrastruktur kawasan kota, Pemkot Palu juga melakukan penguatan melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Program ini bertujuan untuk menciptakan produk unggulan daerah yang berdaya saing. Pemberdayaan UMKM menjadi pilar penting dalam strategi ekonomi kota.
Selain UMKM, pengembangan industri baik skala kecil maupun besar juga menjadi fokus perhatian Pemkot Palu. Kota Palu memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfungsi sebagai fasilitas industri skala besar. Keberadaan KEK ini menjadi daya tarik bagi investor dan penggerak ekonomi regional.
“Kota Palu memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai fasilitas industri skala besar. Dengan menggerakkan sub sektor yang ada, kami yakin terjadi pertumbuhan ekonomi kota secara menyeluruh,” kata dia menuturkan. Sinergi antara UMKM, industri lokal, dan KEK diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan inklusif. Ini adalah bagian dari visi besar untuk kemajuan ekonomi Palu.
Advertisement
Sumber: AntaraNews