Tahukah Anda? Palembang Jadi Tuan Rumah Pertama Pameran Perangko Pendiri Bangsa di Indonesia, Hadirkan 80 Koleksi Sejarah

Kota Palembang akan menggelar Pameran Perangko Pendiri Bangsa pertama di Indonesia, menampilkan 80 koleksi bersejarah. Jangan lewatkan kesempatan langka ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? Palembang Jadi Tuan Rumah Pertama Pameran Perangko Pendiri Bangsa di Indonesia, Hadirkan 80 Koleksi Sejarah
Kota Palembang akan menggelar Pameran Perangko Pendiri Bangsa pertama di Indonesia, menampilkan 80 koleksi bersejarah. Jangan lewatkan kesempatan langka ini! (AntaraNews)

Kota Palembang akan menjadi saksi sejarah dengan digelarnya Nasional Pameran Perangko Pendiri Bangsa, sebuah inisiatif kolaboratif yang menggugah. Acara akbar ini dijadwalkan berlangsung di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II mulai tanggal 20 hingga 24 Oktober 2025 mendatang. Pameran ini bertujuan untuk membangkitkan kembali minat publik terhadap warisan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.

Sebanyak delapan puluh perangko yang menampilkan para pendiri bangsa dan pahlawan nasional akan menjadi daya tarik utama dalam gelaran tersebut. Pameran ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kebudayaan Kota Palembang dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, dijadwalkan akan membuka secara resmi pameran prangko bertema Pendiri Bangsa yang pertama kali diadakan di Indonesia ini.

Selain koleksi perangko yang langka, pengunjung juga dapat menikmati pameran pusaka Sriwijaya yang berkolaborasi dengan Komunitas Pusaka Sriwijaya. Rangkaian kegiatan edukatif seperti workshop dan seminar filateli turut disiapkan untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Acara ini juga akan menjadi ajang pertemuan penting bagi para pecinta prangko dari seluruh Sumatera Selatan.

Mengenang Sejarah Melalui Koleksi Perangko Langka

Pameran Perangko Pendiri Bangsa di Palembang akan menampilkan koleksi istimewa yang belum pernah diselenggarakan sebelumnya di Indonesia. Sebanyak 80 perangko yang menggambarkan sosok-sosok penting dalam sejarah kemerdekaan bangsa akan dipamerkan kepada publik. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam melestarikan nilai-nilai sejarah.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI ini sangat strategis. "Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dan akan dibuka oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon," ujarnya. Ini juga menandai sebuah tonggak sejarah sebagai pameran prangko bertema Pendiri Bangsa yang pertama kali digelar di Indonesia.

Pengunjung akan diajak menelusuri jejak sejarah melalui medium perangko, yang tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai artefak budaya. Setiap perangko memiliki cerita tersendiri mengenai perjuangan dan kontribusi para pahlawan. Pameran ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang warisan para pendiri bangsa.

Revitalisasi Museum: Edukasi dan Rekreasi Budaya

Selain Pameran Perangko Pendiri Bangsa, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II juga akan menjadi pusat berbagai aktivitas budaya dan edukasi. Pameran pusaka Sriwijaya yang bekerja sama dengan Komunitas Pusaka Sriwijaya akan menambah kekayaan konten acara. Ini menunjukkan upaya museum untuk menjadi pusat pelestarian warisan budaya lokal.

Program "Jumpa Museum" yang dikemas dalam bentuk festival akan berlangsung selama dua hari, dari 20 hingga 21 Oktober 2025. Festival ini akan menampilkan beragam pertunjukan khas daerah, seperti tari Batanghari Sembilan, seni sastra, dan musik vokal solo. Tujuannya adalah menarik minat masyarakat luas, khususnya para pelajar dari tingkat SD hingga SMA.

Sulaiman Amin menekankan pentingnya mengubah persepsi masyarakat terhadap museum. "Kami ingin museum tidak lagi dianggap tempat penyimpanan benda tua, tapi menjadi ruang edukatif dan rekreatif," katanya. Melalui acara ini, diharapkan masyarakat Palembang semakin mencintai sejarah dan budayanya sendiri, serta menjadikan museum sebagai destinasi pilihan.

Untuk masa depan, Pemerintah Kota Palembang juga sedang menyiapkan studio dan ruang imersif lima dimensi. Fasilitas ini akan menampilkan film-film sejarah Sriwijaya dan Kesultanan Palembang, yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi pengunjung. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar sejarah yang lebih interaktif dan modern.

Meningkatkan Minat Filateli dan Sejarah Lokal

Pameran ini tidak hanya berfokus pada sejarah, tetapi juga pada pengembangan minat filateli di Indonesia. Acara ini akan menjadi ajang penting bagi para pecinta prangko atau filatelis dari seluruh Sumatera Selatan untuk berkumpul dan berbagi pengetahuan. Hal ini akan memperkuat komunitas filateli di daerah tersebut.

Dalam kesempatan ini, pengurus Pecinta Filateli Indonesia (PFI) Sumatera Selatan juga akan dikukuhkan secara resmi oleh Menteri Kebudayaan. Pengukuhan ini diharapkan dapat memberikan dorongan baru bagi perkembangan filateli di tingkat lokal dan nasional. PFI memiliki peran krusial dalam mengedukasi masyarakat tentang nilai sejarah perangko.

Dinas Kebudayaan menargetkan 30.000 pengunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II pada tahun 2025. Hingga Oktober 2025, jumlah kunjungan telah mencapai 12.500 orang, dengan pendapatan retribusi sebesar Rp58 juta dari target Rp80 juta. Harga tiket masuk museum sangat terjangkau, yaitu Rp2.000 untuk anak-anak, Rp5.000 untuk dewasa, dan Rp20.000 untuk wisatawan mancanegara, sehingga mudah diakses oleh berbagai kalangan.

Pemerintah Kota Palembang bekerja keras untuk mencapai target kunjungan tersebut, terutama dalam dua bulan terakhir tahun 2025. "Museum ini saksi sejarah kejayaan Palembang Darussalam, dan sudah saatnya masyarakat menjadikannya bagian dari kebanggaan," pungkas Sulaiman Amin. Upaya ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menjadikan Palembang sebagai pusat kebudayaan dan sejarah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi