PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney meluncurkan inisiatif besar untuk menjaga kelestarian lingkungan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata ini memulai gerakan penanaman satu juta pohon bakau atau mangrove di zona timur kawasan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (14/9), bertujuan untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa konservasi mangrove ini merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan KEK Mandalika. Penanaman dilakukan di Lot MG, area paling timur The Mandalika, yang direncanakan menjadi Mandalika Mangrove Sanctuary. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem hijau di wilayah tersebut.
Dengan luas mencapai 47,8 hektare, Mandalika Mangrove Sanctuary akan berfungsi sebagai pusat konservasi dan edukasi berbasis ekowisata. Melalui anak usahanya, ITDC, InJourney tidak hanya mengembangkan destinasi pariwisata, tetapi juga memastikan kelestarian ekosistem. Program ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan alam sekitar.
Advertisement
Advertisement
Mandalika Mangrove Sanctuary: Pusat Konservasi dan Ekowisata
InJourney menegaskan komitmennya terhadap lingkungan melalui pengembangan Lot MG sebagai Mandalika Mangrove Sanctuary. Kawasan seluas 47,8 hektare ini akan menjadi rumah bagi satu juta pohon mangrove, khususnya jenis Sonneratia alba atau mangrove apple. Penanaman ini bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan memperkuat ekosistem hijau di KEK Mandalika.
Maya Watono menjelaskan bahwa sanctuary ini tidak hanya fokus pada pelestarian, tetapi juga sebagai pusat pendidikan lingkungan. "Lot MG direncanakan sebagai Mandalika Mangrove Sanctuary dengan luas 47,8 hektare yang berfungsi sebagai pusat konservasi serta edukasi berbasis ekowisata," katanya. Pengunjung dapat belajar mengenai pentingnya mangrove bagi ekosistem pesisir dan upaya konservasi yang sedang berjalan. Inisiatif Konservasi Mangrove Mandalika ini diharapkan menjadi model pariwisata berkelanjutan.
Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menambahkan bahwa kegiatan konservasi mangrove ini dilaksanakan secara bertahap. "Penanaman dilakukan secara bertahap," katanya. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dari berbagai pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan di KEK Mandalika. Program ini selaras dengan master plan pembangunan kawasan yang mengedepankan kesejahteraan masyarakat dan alam.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Ekonomi Lokal melalui Pariwisata Berkelanjutan
Selain fokus pada lingkungan, InJourney juga berkomitmen untuk mendukung beragam kegiatan olahraga di KEK Mandalika, termasuk event lari di Sirkuit Mandalika. Setiap event yang diselenggarakan di kawasan ini berfungsi sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hal ini menunjukkan sinergi antara konservasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Event-event tersebut memberikan kontribusi nyata, seperti peningkatan okupansi hotel dan lonjakan trafik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Dengan 70 persen peserta berasal dari luar kota, terjadi efek pengganda atau multiplier effect yang signifikan. Ini mendorong perputaran ekonomi daerah secara substansial.
Maya Watono berharap, melalui upaya komprehensif ini, "Harapannya, Mandalika semakin kokoh sebagai destinasi unggulan sport tourism di Indonesia." Program Konservasi Mangrove Mandalika dan pengembangan event olahraga merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Tujuannya adalah menciptakan pariwisata yang memberikan dampak positif berkelanjutan.
Advertisement
Troy Warokka juga menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Ini untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya. Dengan menjaga kelestarian alam, KEK Mandalika dapat terus menarik wisatawan. Ini sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dinikmati oleh komunitas lokal secara berkesinambungan.
Sumber: AntaraNews