Bek tim nasional Indonesia, Jordi Amat, menyatakan kegembiraannya bisa berduet dengan rekan setimnya di Persija Jakarta, Rizky Ridho, dalam skuad "Garuda". Keduanya tampil penuh dan solid saat membawa Timnas Indonesia meraih kemenangan telak 6-0 atas Taiwan pada laga FIFA Match Day yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jumat (5/9).
Kemenangan tersebut tidak hanya mengukuhkan dominasi Indonesia, tetapi juga menjadi bukti kekompakan lini belakang yang dijaga oleh Jordi Amat dan Rizky Ridho. Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia bermain dengan formasi 4-2-3-1, yang memungkinkan kedua bek tengah ini bekerja sama secara efektif untuk meredam serangan lawan dan menjaga gawang tetap bersih.
"Ya, Anda bisa melihatnya. Clean sheet (tidak kebobolan). Saya merasa sangat senang bermain dengan dia (Ridho) di samping saya. Saya pun bahagia untuk semua rekan setim. Ada Shayne (Pattynama) di sisi saya, Yakob (Sayuri), Sandy (Walsh) dan Marc Klok juga kembali ke tim," kata Jordi usai pertandingan, menunjukkan apresiasinya terhadap performa kolektif tim.
Advertisement
Advertisement
Duet Maut di Jantung Pertahanan Timnas
Duet antara Jordi Amat dan Rizky Ridho saat menghadapi Taiwan ini merupakan yang kelima kalinya pada musim ini. Empat pertandingan sebelumnya terjadi ketika mereka bersama-sama membela Persija Jakarta di Super League 2025/2026, di mana dua di antaranya berhasil mencatatkan clean sheet. Konsistensi ini menunjukkan bahwa chemistry di antara Jordi Amat dan Rizky Ridho sudah terjalin dengan baik, baik di level klub maupun tim nasional.
Kenyamanan Jordi Amat berduet dengan Rizky Ridho menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas lini belakang Timnas Indonesia. Keberhasilan mereka dalam meredam serangan lawan dan menjaga gawang dari kebobolan memberikan kepercayaan diri lebih bagi seluruh tim. Ini juga menjadi sinyal positif bagi pelatih dalam meracik strategi pertahanan ke depan.
Selain kekompakan dengan Ridho, Jordi juga menyoroti kontribusi rekan-rekan setim lainnya yang membuat pertahanan semakin solid. Kehadiran pemain-pemain kunci seperti Shayne Pattynama, Yakob Sayuri, Sandy Walsh, dan kembalinya Marc Klok, semakin memperkuat struktur tim secara keseluruhan, menciptakan sinergi yang optimal di lapangan.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Gol dan Fleksibilitas Formasi
Tidak hanya solid dalam bertahan, Jordi Amat juga turut berkontribusi dalam serangan. Pada pertandingan kontra Taiwan, Jordi berhasil mencetak gol pertama Indonesia dengan memanfaatkan umpan matang dari Beckham Putra. Gol tersebut merupakan gol kedua bagi Jordi Amat untuk Timnas Indonesia dari total 19 kali penampilan sejak debutnya pada Desember 2022, menunjukkan kemampuannya sebagai bek yang produktif.
Jordi Amat menyatakan kepuasannya terhadap penampilan tim secara keseluruhan. "Saya pikir kami memainkan permainan yang sangat solid. Saya sangat gembira dengan penampilan kami," ujarnya, menggambarkan betapa puasnya ia dengan performa Timnas Indonesia yang dominan dan terorganisir.
Dalam kesempatan yang sama, Jordi Amat juga mengungkapkan kenyamanannya dengan formasi empat bek yang kini diterapkan oleh pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Sebelumnya, di bawah asuhan Shin Tae-yong, Timnas Indonesia lebih akrab dengan formasi tiga bek tengah atau lima bek saat dalam posisi bertahan. Perubahan formasi ini tampaknya cocok dengan gaya bermain Jordi dan Ridho.
Advertisement
Sebagai seorang pemain belakang profesional, Jordi Amat menegaskan kesiapannya untuk tampil dengan strategi atau formasi apapun yang diterapkan oleh pelatih. Fleksibilitas ini menjadi nilai tambah bagi dirinya dan tim, memastikan bahwa ia dapat beradaptasi dengan berbagai taktik yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan.
Sumber: AntaraNews