Tahukah Anda? ASN DKI Jakarta Wajib Punya Literasi Statistik, Kunci Sukses Jadi Kota Global!

Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menegaskan pentingnya Literasi Statistik ASN DKI sebagai fondasi Jakarta menuju kota global, memicu rasa penasaran akan perannya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? ASN DKI Jakarta Wajib Punya Literasi Statistik, Kunci Sukses Jadi Kota Global!
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menegaskan pentingnya Literasi Statistik ASN DKI sebagai fondasi Jakarta menuju kota global, memicu rasa penasaran akan perannya. (AntaraNews)

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta baru-baru ini menekankan urgensi literasi statistik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah ibu kota. Hal ini sejalan dengan visi Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global yang modern dan adaptif. Literasi ini dianggap sebagai fondasi penting bagi ekosistem tata kelola kota yang modern.

Kepala BPS DKI Jakarta, Nurul Hasanudin, menyatakan bahwa kemampuan memahami dan menafsirkan data secara tepat menjadi fondasi utama. "Literasi statistik menjadi penting ketika kita memasuki satu kota global. Karena banyak literasi yang harus kita punya. Selain literasi statistik, ada literasi keuangan, literasi kesehatan, dan juga literasi yang terkait dengan kewirausahaan," ujarnya di Jakarta, Rabu. Literasi ini krusial untuk tata kelola kota yang efektif dan transparan berbasis teknologi informasi.

Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah podcast bertema "Meningkatkan Literasi Statistik untuk Kebijakan Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global". Tujuannya adalah memastikan ASN DKI mampu merespons perubahan dengan keputusan strategis yang tepat. Literasi statistik memungkinkan pemanfaatan data secara lebih akurat.

Nurul Hasanudin menjelaskan bahwa literasi statistik bukan sekadar membaca angka, melainkan memahami konteks dan metodologi di baliknya. "Jadi tidak hanya membaca angka, tapi juga memahami konteksnya, dan metodologinya, serta makna di balik angka. Literasi statistik ini dibutuhkan oleh kita untuk bisa adaptif di dalam respon perubahan yang terjadi," ujarnya. Kemampuan ini menjadi kunci adaptasi terhadap perubahan yang dinamis di kota global. Tanpa pemahaman mendalam, data bisa disalahartikan atau tidak dimanfaatkan secara optimal.

Dalam konteks Jakarta sebagai kota global, tata kelola pemerintahan yang berbasis teknologi informasi membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten. SDM ini harus mampu mengelola informasi berbasis data statistik secara efektif dan transparan. Literasi statistik menjadi prasyarat bagi pengambilan keputusan yang strategis di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Banyak keputusan penting membutuhkan peran literasi statistik yang kuat dari ASN dan para pengambil kebijakan. "Dan memang banyak keputusan-keputusan strategis yang boleh jadi membutuhkan peran-peran literasi statistik yang dimiliki oleh ASN dan juga para pengambil kebijakan," katanya. Kualitas kebijakan yang dihasilkan OPD sangat bergantung pada kemampuan mereka, termasuk penguasaan data serta cara mengolahnya menjadi kebijakan yang relevan dan tepat sasaran.

Untuk mencapai tujuan ini, setiap ASN di DKI Jakarta didorong untuk terus membangun literasi statistik melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan. Peningkatan kapasitas ini akan berdampak langsung pada kualitas kebijakan publik yang lahir dari masing-masing OPD. Hal ini penting untuk memastikan setiap kebijakan didasarkan pada data yang akurat dan analisis yang mendalam.

BPS DKI Jakarta, bersama dengan wali data lainnya seperti Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik), memiliki tanggung jawab besar. Mereka bertugas memberikan pembinaan statistik sektoral secara berkesinambungan kepada OPD. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan penerapan literasi statistik di seluruh jajaran pemerintahan DKI.

Edukasi literasi statistik tidak hanya terbatas pada lingkungan pemerintahan. Program ini juga diperluas ke berbagai komunitas, termasuk di level dunia usaha, media, dan pelajar. Pendekatan komprehensif ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem data yang lebih kuat dan masyarakat yang lebih melek statistik di seluruh wilayah Jakarta.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi