Insiden pohon tumbang di Jakarta kembali menjadi sorotan, terutama setelah beberapa kejadian terbaru yang bahkan menimbulkan korban jiwa. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, menyoroti urgensi mitigasi pohon tumbang di Jakarta melalui pemangkasan rutin dan pendataan pohon-pohon yang sudah rapuh.
Menurut Ali Lubis, kejadian pohon tumbang yang berulang dan memakan korban ini sangat disayangkan, mengingat kondisi cuaca ekstrem seperti hujan angin yang kerap melanda ibu kota. Ia mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut), untuk lebih proaktif dalam upaya pencegahan.
Langkah-langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kerugian bagi warga Jakarta, termasuk potensi korban jiwa akibat pohon tumbang. Koordinasi dengan berbagai pihak, seperti pengelola parkir di area dengan pohon besar, juga dianggap krusial untuk keselamatan.
Advertisement
Advertisement
Ali Lubis, sebagai perwakilan rakyat, menekankan pentingnya peran aktif Pemprov DKI Jakarta dalam mengantisipasi bahaya pohon tumbang. Ia menyarankan agar Distamhut secara berkala turun ke lapangan untuk mengecek kondisi pohon dan melakukan pemotongan pada pohon-pohon yang sudah tua serta berukuran besar.
Kondisi cuaca Jakarta yang ekstrem, dengan intensitas hujan dan angin kencang yang meningkat, membuat pohon-pohon tua rentan tumbang. Oleh karena itu, mitigasi pohon tumbang Jakarta tidak bisa ditunda.
Lebih lanjut, Ali juga menyarankan adanya koordinasi antara Dinas Perhubungan dengan pengelola lahan parkir yang memiliki pohon besar. Tujuannya adalah untuk sementara melarang parkir di bawah pohon-pohon tersebut saat cuaca buruk, guna menghindari kerugian materiil maupun korban jiwa.
Advertisement
Advertisement
Menanggapi desakan dan kondisi di lapangan, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta telah mengambil langkah-langkah konkret. Kepala Distamhut DKI Jakarta, Fajar Sauri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memangkas sebanyak 62.161 pohon dari berbagai titik Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lima wilayah kota hingga Oktober 2023.
Pemangkasan rutin ini merupakan bagian dari upaya mitigasi pohon tumbang Jakarta untuk mengantisipasi insiden saat hujan lebat disertai angin kencang. Fajar mengakui bahwa hujan lebat dan angin kencang telah menyebabkan sejumlah pohon tumbang di berbagai lokasi.
Terbaru, insiden pohon tumbang terjadi di Jalan Metro Pondok Indah dan Jalan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, yang menimbulkan korban jiwa, serta di beberapa kecamatan di Jakarta Timur. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Distamhut meningkatkan intensitas peremajaan pohon tua yang memiliki risiko tumbang mulai 27 Oktober 2023.
Advertisement
Program peremajaan ini difokuskan pada jalur hijau, tepian jalan, median jalan, dan area publik lainnya. Pohon-pohon tua yang dinilai berisiko akan diganti dengan jenis pohon baru yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan perkotaan, memiliki akar lebih kuat, tajuk ringan, dan tahan terhadap terpaan angin kencang. Hal ini merupakan bagian integral dari strategi mitigasi pohon tumbang Jakarta yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews