Tahukah Anda? 50 Disabilitas di Jakarta Barat Ikuti Pelatihan Seni Kriya untuk Kemandirian Ekonomi

Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat menggelar Pelatihan Seni Kriya Disabilitas bagi 50 peserta, membuka peluang baru bagi kaum disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi secara ekonomi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? 50 Disabilitas di Jakarta Barat Ikuti Pelatihan Seni Kriya untuk Kemandirian Ekonomi
Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat menggelar Pelatihan Seni Kriya Disabilitas bagi 50 peserta, membuka peluang baru bagi kaum disabilitas untuk berkembang dan berkontribusi secara ekonomi. (AntaraNews)

Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat (Sudinbud Jakbar) secara resmi memulai program Pelatihan Seni Kriya Disabilitas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kaum disabilitas di wilayah Jakarta Barat melalui pengembangan keterampilan kerajinan tangan. Pelatihan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan adil bagi semua.

Pelatihan intensif ini diselenggarakan di Gedung Pusat Pelatihan Seni Budaya (PPSB) KH Usman Perak, Rawa Buaya, Cengkareng. Dimulai pada hari Senin, program ini akan berlangsung selama sepuluh hari penuh. Sebanyak 50 peserta yang berasal dari berbagai sekolah dasar dan SMP-SLB di Jakarta Barat turut serta dalam inisiatif penting ini.

Kepala Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, Joko Mulyono, menegaskan bahwa program ini adalah langkah konkret. Ia menyatakan bahwa setiap individu, tanpa terkecuali, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi modal berharga bagi para peserta di masa depan.

Menciptakan Lingkungan Inklusif dan Berdaya Saing

Joko Mulyono menjelaskan bahwa pelatihan seni kriya ini merupakan bagian dari upaya Sudinbud Jakarta Barat. Tujuannya adalah untuk mewujudkan lingkungan yang lebih inklusif bagi kaum disabilitas. Inisiatif ini memungkinkan mereka untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

"Setiap individu, tanpa terkecuali memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi," kata Joko Mulyono. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi di balik program pelatihan tersebut. Pelatihan ini bukan hanya tentang seni, tetapi juga tentang memberikan akses dan kesempatan yang setara.

Keterampilan dalam bidang seni kerajinan tangan yang didapatkan oleh para peserta disabilitas ini sangat relevan. Keterampilan tersebut dapat dijadikan modal ekonomi yang signifikan. Hal ini sejalan dengan visi untuk meningkatkan kemandirian finansial dan kesejahteraan mereka.

"Kami percaya bahwa keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini akan menjadi modal penting bagi para peserta," tambah Joko. Ia berharap modal ini dapat membantu mereka menghadapi tantangan. Selain itu, juga untuk meraih peluang yang lebih luas dalam kehidupan.

Detail Pelatihan dan Harapan ke Depan

Agung Priosusanto, Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Barat, memberikan informasi lebih lanjut. Ia menyebutkan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 50 peserta. Para peserta berasal dari beberapa sekolah jenjang SD dan SMP-SLB di wilayah Jakarta Barat.

Pelatihan yang berfokus pada seni kriya ini akan berlangsung selama sepuluh hari. Durasi ini dirancang agar peserta dapat menyerap materi dengan optimal. Mereka akan diajarkan berbagai teknik dan kreasi dalam seni kerajinan tangan.

"Pelatihan diharapkan dapat menyalurkan bakat dan minat bagi penyandang disabilitas dalam kegiatan kesenian," ujar Agung. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga wadah ekspresi. Ini sangat penting untuk pengembangan diri secara holistik.

Inisiatif Pelatihan Seni Kriya Disabilitas ini diharapkan dapat berkelanjutan. Program serupa dapat terus diadakan untuk menjangkau lebih banyak kaum disabilitas. Tujuannya adalah agar mereka dapat mengembangkan potensi dan berkontribusi positif bagi komunitas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi