Susi soal Pesawatnya Diusir dari Bandara Malinau: Tak Ada Unsur Politik
Merdeka.com - Tiga pesawat maskapai Susi Air di dalam hanggar Bandara RA Bessing, Malinau, Kalimantan Utara, dikeluarkan paksa Pemkab Malinau, Rabu (4/2) terkait persoalan sewa pesawat. Tiga pesawat yang sedang dalam perbaikan itu kini teronggok di luar hanggar.
Pemilik PT ASI Pudjiastuti Aviation atau Susi Air, Susi Pudjiastuti menegaskan kasus tersebut tidak ada unsur politik. Hal itu disampaikan saat menggelar konferensi pers secara daring, Kamis (4/2).
"Tidak ada unsur politik. Enggak ada politik, saya enggak ikut-ikutan politik. Saya dipinggir pantai. Menikmati sunset, berenang," kata Susi.
Mantan Menteri Kelautan dan Perikan itu justru prihatin dan sedih dengan anaknya Nadine yang juga sebagai Sekretaris Perusahaan Susi Air. Saat ini sedang berjuang untuk mempertahankan perusahaan.
"Tetapi sebagai pemilik, anak saya struggle ya sedih saja, prihatin saja. Semoga, semoga menjadi bijak dan menjadi kebutuhan masyarakat di atas segalanya," ucapnya.
Dia berharap dengan adanya kasus ini, Susi Air tidak mengorbankan keselamatan, pembatalan penerbangan. Walaupun dia mengakui saat ini schedule penerbangan akan terganggu.
"Karena maintenance terganggu. Bukan hal yang sangat mudah," ungkapnya.
Susi berharap penerbangan Susi Air bisa kembali beroperasi. Sehingga bisa melayani masyarakat Malinau.
"Karena kalau di layani speedboat kalau tidak salah 8 jam ya. Paling tidak 8 jam. Jadi kalau Susi Air masih terbayang terus membantu, kita di sana dari 2007-2008, that's long time ago. Sudah lama, masyarakat sudah terbiasa dengan Susi Air," pungkasnya.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya