Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sukamiskin, dari penjara para pejuang hingga menjadi sarang koruptor

Sukamiskin, dari penjara para pejuang hingga menjadi sarang koruptor LP Sukamiskin. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama Sukamiskin di masa pemerintahan Hindia Belanda cukup disegani. Apalagi di telinga para aktivis politik di masa itu. Mungkin nama itu risih didengar.

Penjara itu dibangun di atas lahan seluas dua hektare pada 1918. Baru diisi oleh para narapidana enam tahun kemudian. Memang tujuan pemerintah Hindia Belanda membangun penjara itu buat mengurung kaum intelektual dianggap vokal, terhadap kebijakan dan politik saat itu. Meminjam istilah masa Orde Baru, yakni buat mereka melakukan tindakan subversif. Mereka menamakan tempat itu Straft Gevangenis Voor Intelectuelen. Kini penjara itu terletak di Jalan A.H. Nasution Nomor 114, Bandung.

Perancang penjara itu bernama Charles Prosper Wolff Schoemaker. Dia merupakan seorang Belanda kelahiran Banyubiru, Jawa Tengah, pada 1882. Dia memilih menempuh pendidikan militer di negeri kincir angin, dan kembali ke tanah kelahirannya pada 1905. Wolff Schoemaker lantas mengawali karir sebagai arsitek militer pemerintah Hindia Belanda. Enam tahun kemudian, Wolff memilih keluar dari dinas militer. Namun, pekerjaan dia selanjutnya tidak jauh-jauh dari bidang konstruksi. Dia lantas bekerja sebagai insinyur teknik pada Dienst Burgerlijk Openbare Werken atau Dinas Pekerjaan Umum Batavia, selama dua tahun. Kabarnya dia lantas memeluk Islam.

Wolff juga mengajar di Technische Hoogeschool (sekarang Institut Teknologi Bandung). Dia juga sempat mengajar Soekarno saat kuliah di sana.

Nama Wolff masyhur lantaran beberapa peninggalannya berupa bangunan di Bandung. Selain Penjara Sukamiskin, Wolff membikin Villa Isola, Hotel Preanger, Gedung Merdeka, Peneropongan Bintang Bosscha, Bioskop Majestic, Landmark Building, Gedung Jaarbeurs, Gereja Bethel, Katedral St. Petrus, dan Masjid Raya Cipaganti. Dia menerapkan gaya art deco pada setiap karyanya, termasuk lembaga pemasyarakatan Sukamiskin. Namun, Wolff juga mencicipi mendekam di penjara dirancangnya. Dia ditangkap pada masa penjajahan Jepang dan dijebloskan ke sana. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP