Solo alami krisis air bersih

Jumat, 2 November 2018 11:09 Reporter : Arie Sunaryo
Solo alami krisis air bersih Ilustrasi Kekeringan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Krisis air bersih masih menghantui sebagian wilayah Solo. Sedikitnya 12 ribu pelanggan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Solo yang tersebar di Kelurahan Mojosongo, Ngoresan, Jebres, Pucangsawit, Jagalan dan Sangkrah harus antre menerima jatah dropping air bersih.

Krisis ini disebabkan dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kota Solo, yakni IPA Jebres dan Jurug belum bisa dioperasikan akibat tak adanya sumber air. Volume air di Sungai Bengawan Solo tak mencukupi untuk diolah menjadi air bersih. Apalagi, Waduk Gajah Munggur di Wonogiri yang menjadi hulu juga tak mengalirkan airnya ke Bengawan Solo.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku sudah memerintahkan ke PDAM agar mengoptimalkan sumur air dalam untuk bahan baku air. Sejumlah sumur dalam yang akan dioperasikan diantaranya, Jurug, Jebres, Pedaringan dan lainnya.

"Sumur dalam kemarin sempat berhenti, ini kita operasikan kembali. Namun ya tidak memenuhi semua, baru bisa menyuplai 40 persen," katanya, Jumat (2/11).

Dia menjelaskan, jika kondisi Sungai Bengawan Solo normal, kebutuhan air bersih dapat terpenuhi semua. Untuk sementara ini dropping air masih terus dilakukan agar kebutuhan air warga terpenuhi.

Sementara itu, Humas PDAM Solo Bayu Tunggul menjelaskan, saat ini pihaknya sudah mengaktifkan 5 sumur dalam yang ada di sekitar lokasi. Namun debit air kelima sumur tersebut tidak dapat menjangkau banyak pelanggan.

"Sudah kita aktifkan 5 sumur dalam, tapi belum bisa membantu, debitnya terlalu kecil," ujarnya.

Hingga saat ini, lanjut Bayu pihaknya masih melakukan dropping air dengan truk tangki. Untuk memenuhi kebutuhan 12 ribu pelanggan tersebut, pihaknya harus menyediakan 50 hingga 60 tangki air per hari. Selain PDAM, bantuan air juga didatangkan dari PMI, BPBD dan PUPR Provinsi. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini