Solo akan jadikan pasar tradisional sebagai destinasi wisata

Kamis, 14 September 2017 00:55 Reporter : Arie Sunaryo
Pasar Klewer. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kota Solo ingin menjadikan pasar tradisional sebagai salah satu destinasi wisata. Sebagai langkah pendukung akan digelar Festival Ragam Pasar Tradisional dari hari Kamis (21/9) hingga Minggu (24/9) di Benteng Vastenburg. Kegiatan tersebut sekaligus sebagai promosi pasar tradisional.

Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Solo, Daryono mengatakan, keberadaan pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata karena memiliki keunikan. Namun keunikan tersebut harus dipertahankan, dimana didalamnya ada proses tawar menawar.

"Selain keunikan juga bangunan pasar yang memiliki sejarah, serta konten atau barang yang diperdagangkan. Keunikan dan orisinal barang yang dijual di pasar tradisional tersebut yang bisa menarik wisatawan," ujar Daryono kepada wartawan di Solo, Rabu (13/9),

Ia menambahkan, Kota Solo memiliki Pasar Gede yang sudah menjadi ikon. Pasar yang terletak di pusat kota itu, memiliki karakteristik pada kuliner. Sedangkan Pasar Klewer yang juga menjadi ikon, mempunyai karakteristik barang yang dijual adalah sandang.

"Kota Solo ini memiliki potensi wisata yang bisa dikembangkan melalui perpaduan antara flower, fashion, dan food. Yakni melalui Pasar Kembang yang memiliki karakteristik bunga sebagai barang dagangan, selain itu Pasar Klewer yang memiliki karakteristik fashion dan Pasar Gede dengan karakteristik makanan sebagai barang yang dijual," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagyo, menambahkan tema yang diangkat dalam festival tersebut adalah Kumandange Pasar Tradisional. Sebanyak 44 pasar tradisional di Kota Solo akan turut memeriahkan festival tersebut.

"Pasar tradisional menampilkan keunikan yang bisa menjadi branding dari pasar tersebut. Ada 140 stan pasar tradisional dalam festival tersebut," ucap dia.

Subagiyo menambahkan, selain sebagai ajang promosi wisata, Festival Ragam Pasar Tradisional juga sebagai upaya menghilangkan image negatif pasar tradisional dan sebagai sarana untuk mengenalkan kembali pasar tradisional. [ded]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.