Siswa SMK Tewas Ditusuk di Pelataran Bengkel Tempat Praktik, Terduga Penusuk Ditangkap Polisi

Jenazah pemuda itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Bandung, untuk diautopsi.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Siswa SMK Tewas Ditusuk di Pelataran Bengkel Tempat Praktik, Terduga Penusuk Ditangkap Polisi
Siswa SMK Tewas Ditusuk di Pelataran Bengkel Tempat Praktik, Terduga Penusuk Ditangkap Polisi (Merdeka.com)

Seorang pemuda berinisial ZA (17) tewas ditusuk di bagian dada orang tak dikenal. Peristiwa nahas ini terjadi di pelataran sebuah bengkel di bilangan Cikuda, Kelurahan Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jumat (1/8) malam.

Kejadian ini membetot perhatian warga setempat. Di sekitar lokasi, tampak sejumlah orang berkerumun hingga kepolisian merampungkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sekira pukul 23.15 WIB.

Ketua RW 11 Kelurahan Pasir Biru, Asep Somantri (59) mengatakan awal kejadiannya di antara pukul 20.00 hingga 21.00 WIB. Asep mengaku mendapat laporan dari warga dan langsung berangkat ke TKP.

"Ada warga melapor katanya ada orang yang ditusuk. Terus saya cek ke lokasi. Ternyata, benar ada,” ujar Asep dijumpai di lokasi.

Pemuda Tewas Ditusuk di Cibiru Bandung
Pemuda Tewas Ditusuk di Cibiru Bandung merdeka.com

Menurut Asep, tubuh pemuda itu tergelatak bersimbah darah. Asep menjelaskan bahwa ada luka tusuk di dada.

"Saya cek urat nadinya sudah nggak ada, kemungkinan tewas di tempat. Ada luka tusuk di dada, dekat area jantung," ucap Asep.

Asep mengatakan, pemuda itu bukanlah warga asli di wilayahnya. Melainkan seorang pelajar yang tengah menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di bengkel tersebut dan menginap di sana.

"Dia (korban) bukan warga sini. Di sini itu karena lagi PKL," ujar Asep.

Dia menambahkan jenazah pemuda itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih, Bandung, untuk diautopsi.

Tidak berselang lama, kepolisian menangkap terduga pelaku penusukan. “Iya, satu orang sudah diamankan,” kata Kapolsek Panyileukan, Kompol Kurnia saat dikonfirmasi Sabtu (2/8).

Kurnia menjelaskan pelaku dan korban saling mengenal. Dijelaskannya peristiwa berujung maut itu terkait urusan wanita.

“Jadi urusan asmara. Tapi masih kita dalami,” ujar dia.

Rekomendasi